Terkini.id, Jakarta – Joe Biden: AS siap balas serangan siber Rusia-China dalam aksi militer dunia nyata. Terkait serangan siber terhadap dunia maya negaranya, Presiden Joe Biden angkat suara. Biden dengan tegas memperingatkan, serangan yang signifikan di Amerika Serikat (AS) dapat menyebabkan perang di dunia nyata dengan kekuatan besar.
Komentar Biden itu menyoroti apa yang dilihat Washington sebagai ancaman yang meningkat yang ditimbulkan Rusia dan China.
Seperti diketahui, keamanan siber telah menjadi agenda utama pemerintahan Biden setelah serangkaian serangan tingkat tinggi terhadap entitas, seperti perusahaan manajemen jaringan SolarWinds, perusahaan Colonial Pipeline, perusahaan pemrosesan daging JBS, dan perusahaan perangkat lunak Kaseya.
Serangan siber itu merugikan AS jauh lebih dari sekadar perusahaan diretas. Beberapa serangan mempengaruhi pasokan bahan bakar dan makanan di beberapa bagian Amerika Serikat.
“Saya pikir kemungkinan besar, jika akhirnya terjadi perang nyata dengan kekuatan besar, itu akan menjadi konsekuensi dari pelanggaran dunia maya,” beber Biden dalam pidatonya saat mengunjungi Kantor Direktur Intelijen Nasional.
- Bertemu di Bali, Biden dan Xi Sempat Adu Mulut Soal Taiwan
- Presiden AS Sebut Twitter Muntahkan Kebohongan di Seluruh Dunia
- Rusia Peringatkan AS Agar Tidak Memberikan Bantuan ke Ukraina
- Joe Biden Buka Suara Soal Wanita Iran Protes Kematian Mahsa Amini: Kami Berdiri Bersama Mereka
- Presiden Amerika Serikat Positif Covid-19, Joe Biden Ungkap Akan Isolasi Demi Keselamatan Orang Sekitar
Selama pertemuan puncak 16 Juni 2021 lalu di Jenewa antara Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin, Biden membagikan daftar infrastruktur penting yang dianggap Amerika Serikat terlarang bagi aktor negara-bangsa.
“Sejak itu, anggota senior tim keamanan nasional pemerintahan Biden telah melakukan kontak terus-menerus dengan anggota senior Kremlin terait serangan dunia maya di Amerika Serikat,” demikian diungkapkan otoritas Gedung Putih di Washington DC, seperti dilansir Antara via JPNN, Kamis 29 Juli 2021.
Biden juga menyoroti ancaman yang ditimbulkan China, merujuk pada Presiden Xi Jinping ‘yang sangat serius untuk menjadikan China kekuatan militer paling kuat di dunia, serta ekonomi terbesar dan paling menonjol di dunia pada pertengahan 2040-an’.
Selama pidatonya, Biden juga berterima kasih kepada anggota badan intelijen AS, menekankan kepercayaannya pada pekerjaan yang mereka lakukan. Ia juga mengatakan, tidak akan membiarkan tekanan politik pada negaranya.
Sekadar informasi, selama ini Kantor Direktur Intelijen Nasional yang mengawasi 17 organisasi intelijen AS, mengungkapkan jika komentar Biden memberikan perbedaan secara jelas dari pernyataan yang dibuat presiden sebelumnya, Donald Trump yang memiliki hubungan kontroversial dengan badan-badan intelijen.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
