Terkini.id, Jakarta – Pegiat Media Sosial, Ferdinand Hutahaean atau FH menanggapi pernyataan Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun yang menyebut China mayoritas warganya tak beragama.
Menurut FH, pernyataan Refly Harun yang menyinggung China tersebut seperti pendapat dukun pemecah belah.
“Seorang terpelajar, sekolah tinggi, Doktor hukum, tapi berpendapat seperti dukun pemecah belah,” ujar Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Selasa 19 Oktober 2021.
Selain itu, Ferdinand juga menilai pernyataan Refly tersebut seolah tidak memperlihatkan bahwa pakar hukum itu paham dengan kesetaraan manusia dalam hukum.
“Tak terlihat dia paham kesetaraan manusia dalam hukum,” tuturnya.
- Jarang Puji Pemerintah dan Lebih Sering Mengkritik, Fadli Zon Akui Punya Alasan Sendiri
- Refly Harun Sebut Oligarki Lebih Berkuasa Daripada Presiden: Ada yang Mempresepsikan Lebih Berkuasa
- Refly Harun Bicarakan Skenario Jegal Anies Baswedan: Jadikan Tersangka
- Diusulkan Jadi Sekjen PBB, Refly Harun Singgung Kemampuan Bahasa Asing Jokowi
- Refly Harun Soroti Aktivitas Ganjar: Dia Sudah Kebelet untuk Kampanye Keliling Daerah
Kritikan terhadap pendapat Refly tersebut dilontarkan FH lantaran menurutnya warga di China juga ada yang beragama Budha, Kristen bahkan Islam.
“Cina ada yang beragama Budha, Kristen dan Islam,” ungkap Ferdinand Hutahaean.
Maka dari itu, FH menilai pendapat Refly Harun soal China tersebut begitu hina dan memalukan.
“Mengapa seorang Refly berpendapat sehina ini? Memalukan..!,” tegasnya.
Mengutip GenPI, Refly Harun dalam tayangan video di kanal YouTube pribadinya meminta kepada masyarakat Indonesia agar mewaspadai China lantaran menurutnya warga di negara itu mayoritas tak beragama.
Hal itu disampaikan Refly Harun menanggapi kabar yang menyebut Pemerintah China meminta aplikasi Quran Majeed dihapus dari App Store.
“Negara yang paling sering kita ajak kerja sama. Hati-hati dengan China, karena negara yang mayoritasnya tidak beragama,” kata Refly Harun.
Lebih lanjut, Refly Harun menyinggung soal rekam jejak buruk China dalam memperlakukan etnis Muslim Uighur.
“Tapi persoalan lainnya adalah dia melakukan genosida terhadap etnis Uighur, etnis yang merupakan etnis Muslim di China,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
