Terkini.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyampakan kekecewaan terhadap kinerja kementerian maupun lembaga di di bawahnya dalam mengendalikan lonjakan pandemi virus Corona (COVID-19).
Dalam rapat terbatas yang disiarkan Sekretariat Presiden pada Senin 3 Agustus 2020 kemarin, Jokowi menyentil keras jajarannya yang tidak tahu prioritas.
Kritik keras itu disampaikan Jokowi saat membuka ‘Rapat Terbatas Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional’.
Jokowi mengungkapkan kementerian hingga Lembaga masih terjebak dengan pekerjaan harian sehingga tidak tahu prioritas.
“Kementerian-kementerian, lembaga-lembaga ini aura krisinya belum betul-betul belum…. ya belum, masih sekali lagi kejebak pada pekerjaan harian,” kata Jokowi dikutip dari detikcom.
- Produk UMKM Binaan Dekranasda Makassar Laris di HUT Dekranas ke-46, Kain Lagosi hingga Baju Bodo Diburu Pengunjung
- Melinda Aksa Dampingi Selvi Gibran, UMKM Perempuan Pesisir Paotere Tuai Apresiasi
- Dinas Koperasi dan UKM Makassar Gandeng Shine Autocare, Perluas Akses Pemasaran Produk UMKM
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tuntaskan Satgas Haji 2026, Salurkan 4.204 KL Avtur untuk 86 Penerbangan
- Wakil Bupati Gowa Apresiasi Gerakan Langit Biru Demokrat, Dukung Indonesia ASRI dan Gowa Annangkasi
Menurut Jokowi, kementerian dan lembaga di Indonesia masih belum bisa menentukan prioritas dalam penanganan COVID-19.
Untuk itu, Jokowi kemudian meminta agar pekerjaan Kementerian Lembaga didetilkan.
“Nggak tahu prioritas yang harus dikerjakan oleh sebab itu saya minta ini pak ketua urusan ini didetilkan satu per satu dari menteri menteri terkait sehingga manajemen krisis kelihatan,” ujar Jokowi.
“Lincah, cepat, trouble shooting, smart shortcut, dan hasilnya betul-betul efektif. Kita butuh kecepatan,” imbuhnya.
Bahkan, lanjut Jokowi, ada Kementerian yang belum membuat daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA).
“Rp 695 triliun baru 20 persen yang terealisasi, baru Rp 141 triliun yang terealisasi, baru 20 persen sekali lagi, masih kecil sekali. Kecil sekali, penyerapan yang paling gede di perlindungan sosial 39 persen, UMKM 25 persen, hati-hati ini, yang belum ada DIPA-nya aja gede banget mungkin 40 persenan, belum ada DIPA, DIPA aja belum ada bagaimana mau realisasi,” ungkap Jokowi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
