Terkini.id, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) perintahkan Menteri BUMN Erick Thohir untuk menutup BUMN yang tidak efektif dan mampu merespon kemajuan zaman dalam perkembangan bisnisnya.
Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pidato pengarahan kepada para Direktur Utama BUMN, yang disiarkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden.
“Dunia sudah kayak gini, revolusi industri 4.0, distrupsi teknologi, pandemi, dan kalau saudara-saudara tidak merespon dari ketidakpastian ini dan adaptasi secepat-cepatnya,” ucap Jokowi di Manggarai Barat, Kamis 14 Oktober 2021.
Jokowi pun menegaskan satu perintah ke Menteri BUMN Erick Thohir soal BUMN sakit karena tidak lagi efektif serta tidak mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Kalau pak menteri (BUMN) katakan: ‘Pak ini ada seperti ini perusahaan kondisinya, BUMN’, jawaban saya, ya langsung, tutup saja” lanjut Jokowi.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
Lebih lanjut, Jokowi mendorong para direktur BUMN untuk dapat beradaptasi soal model bisnis dan teknologi. Hal ini disampaikan karena melihat BUMN yang belum mampu efektif beradaptasi dengan keadaan yang dinamis saat itu, termasuk kondisi pandemi Covid-19, dilansir dari CNBCIndonesia.
“BUMN Infrastruktur, BUMN transportasi, belum,” ujarnya.
Namun, ada juga beberapa BUMN yang sudah mulai beradaptasi seprti BUMn Perbankan, Telkom hingga Telkomsel.
Seperti yang diketahui, sebelumnya Erick pernah mengatakan terdapat tujuh perusahaan pelat merah yang akan dibubarkan. Seluruh perusahaan sudah tak beroperasi saat ini.
“Sekarang yang perlu ditutup tujuh (BUMN) yang sudah lama tidak beroperasi,” ucap Erick dilansir dari PikiranRakyat pada Kamis 23 September 2021 lalu.
Ia mengatakan nasib pegawai ketujuh BUMN itu sudah terkatung-katung. Dengan demikian, Erick Thohir akan merasa dirinya zalim jika tidak memberikan kepastian dengan cepat kepada tujuh BUMN tersebut.
“Zalim kalau jadi pemimpin tidak berikan kepastian,” imbuh Erick.
Lebih lanjut, Erick menyebutkan ketujuh BUMN yang akan dibubarkan tersebut adalah PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Industri Gelas (Persero), dan PT Istaka Karya (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero), dan PT Kertas Leces (Persero).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
