Judas Amir Minta Anggota DPRD Belajar Lagi, Bantah Tudingan Utang Rp100 Miliar

Judas Amir Minta Anggota DPRD Belajar Lagi, Bantah Tudingan Utang Rp100 Miliar

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

“Bahwa berjalannya waktu, ternyata ada rencana pendapatan yang sulit dicapai, walaupun itu sudah diusahakan secara maksimal. Ini mungkin berdampak pada kegiatan yang telah diperhadapkan dengan sumber pendapatan dimaksud, maka sepatutnya yang dilakukan Pak Baharman Supri sebagai anggota DPRD bukan bernarasi di media, namun memaksimalkan kinerjanya untuk mendapatkan solusi atas apa yang telah ditetapkan pemerintah bersama DPRD ketika itu,” laniut Judas Amir.

“Seharusnya dan idealnya Pak Baharman harus merasa bertanggung jawab karena sebagai anggota DPRD dan bagian dari keputusan tersebut, bukan sebaliknya melemparkan tanggung jawab kepada saya yang tidak lagi bisa memutuskan kebijakan. Pola pikir seperti ini sangat merugikan Pemkot Palopo, dimana saudara sudah mendapatkan pendapatan yang tinggi sebagai anggota DPRD, namun hanya bangga berkoar-koar seperti ini. Sangat banyak masyarakat yang bisa demikian, namun walau mereka tak memiliki jabatan, mereka merasa malu berbuat demikian karena sangatlah tak elok berkata demikian sebagai anggota DPRD yang terhormat,” masih kata Judas Amir.

Dikatakan Judas Amir, merencanakan anggaran yang sudah ada, itu namanya hanya menempatkan pada fungsinya, adakah kalian memikirkan mencari sumber dana lalu membangun untuk dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Sepatutnya sebagai Anggota DPRD, Pak Baharman harus bekerja maksimal, dan berikan ruang berpikir yang maksimal kepada Pejabat Walikota saat ini dan jajarannya, jangan upaya Beliau justeru terhalang dengan gaya-gaya demikian, yang akan merugikan kita semua di Kota Palopo. Menjadi Pejabat itu bukan untuk mencari lawan dan mengeluh, yang ada itu menyelesaikan tugas, melayani masyarakat dan agar ketentraman dapat dicapai,” kata Judas Amir.

Diketahui, Anggota DPRD Palopo, Baharman Supri mengaku prihatin karena HM Judas Amir yang telah berakhir masa tugasnya,
meninggalkan hutang belanja Rp100 miliar. Pernyataan Baharman Supri tersebut viral di media sosial lantaran link berita media yang memuatnya ramai dibagikan netizen.

Baca Juga

Mengutip pemberitaan salah satu media di Palopo, Baharman Supri menyebut, akibat adanya hutang belanja Rp100 miliar tersebut, dirinya prihatin karena terjadi devisit anggaran yang sangat besar sehingga berdampak pada gaji pegawai tertunda, termasuk pengerjaan proyek yang berjalan dipaksakan diselesaikan.

“Sebagai mantan walikota yang disebutkan meninggalkan hutang belanja Rp100 miliar, saya perlu meluruskan pernyataan tersebut agar masyarakat memahami alurnya,” kata Judas Amir.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.