Makassar Terkini
Masuk

Jusuf Kalla Diusulkan Jadi Calon Ketum PBNU, Gus Nadir: Pak JK Tak Layak, Bukan Kiai

Terkini.id, Jakarta – Tokoh Nahdlatul Ulama, Nadirsyah Hosen atau yang biasa dipanggil Gus Nadir buka suara soal usulan nama Jusuf Kalla dijadikan calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selanjutnya.

Menurutnya, Jusuf Kalla tidak memenuhi kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ketua umum PBNU. Salah satunya, kata dia, JK bukanlah seorang kiai.

“Usulan politisi Partai Demokrat ini menunjukkan yang bersangkutan gak paham tradisi NU,” kata Gus Nadir melalui cuitan di laman Twitter pribadinya, Selasa 16 November 2021.

Ia juga menambahkan syarat lain menjadi seorang ketua umum PBNU, harus bisa membaca kitab.

“Pak JK tidak layak karena bukan Kiai. Ketum PBNU itu minimal bisa ngaji kitab. Biar gak terbentur na’at-man’ut atau tersandung mudhaf ilayh dalam menjalankan programnya,” lanjutnya.

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan nama Jusuf Kalla yang dimunculkan sebagai calon kandidat potensial untuk menjadi Ketua Umum PBNU.

Jusuf Kalla yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) didorong untuk maju pada Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 23-25 Desember 2021 di Lampung.

Seperti diketahui, sejumlah tokoh pemuka agama yang digadang-gadang bakal maju sebagai calon ketua umum PBNU ialah KH Marzuki Mustamar, KH Hasan Mutawakkil Alallah, KH Said Aqil Siraj, KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha, dan KH Yahya Cholil Staquf.

Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution membuat persaingan calon ketum semakin panas usai mendorong Jusuf Kalla untuk ikut maju dalam pemilihan ketua umum PBNU.

Menurut Syahrial, Jusuf Kalla sudah memiliki banyak pengalaman sehingga layak untuk dijadikan pemimpin PBNU.

“Pak Jusuf Kalla selain tokoh bangsa, tokoh nasional, tokoh Indonesia Timur, juga tokoh NU. Sangat lengkap pengalaman organisasi dan kemampuannya dlm membesarkan organisasi,” cuit Syahrial di laman pribadi Twitternya, Sabtu 13 November lalu.