Terkini.id, Jakarta – Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, M Jusuf Kalla (JK) mengatakan, Ujian Nasional (UN) merupakan ujian yang seharusnya siswa ketahui sedangkan ujian sekolah adalah ujian yang didapatkan dari pelajaran yang didapatkan selama proses belajar mengajar di sekolah.
Hal tersebut disampaikan JK menanggapi keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim soal penggantian Ujian Nasional dengan format baru yakni Assesment Kompetensi dan Survei Karakter.
“Jika Ujian Nasional dihapuskan maka akan menciptakan generasi yang lembek. Selain itu juga akan berdampak terhadap mutu pendidikan nasional,” ujar JK saat menjadi Keynote Speech di acara Semiloka Nasional yang digelar Komnas HAM RI di Hotel Sultan Jakarta, Kamis, 12 Desember 2019.
JK membandingkan sistem sekolah di Indonesia dengan Finlandia yang penduduknya hanya lima juta penduduk, jauh dibawah jumlah penduduk Indonesia.
“Jangan membandingkan sekolah-sekolah di luar negeri seperti Finlandia yang penduduknya hanya lima juta, Indonesia jika mempunyai penduduk seperti Finlandia kita bisa saja memerdekakan belajar. Inikan kita mempunyai penduduk tiga ratus lima puluh lima juta jiwa. Bagaimana bangsa ini bisa maju jika generasi mudanya tidak mau bekerja keras,” ujar JK.
- UN di Indonesia Ditiadakan, Berikut 5 Negara dengan Pendidikan Berkualitas yang Tidak Memiliki Ujian
- Ujian Nasional Berganti Jadi AN, Segini Anggaran yang Disiapkan Kemendikbud
- Darurat Covid-19, Mendikbud Resmi Batalkan Pelaksanaan Ujian Nasional
- Begini Mekanisme SMAN 7 Makassar Menyiasati Siswa Belajar Dari Rumah
- Kritik Penghapusan UN, Guru Besar UNM: Kementerian Pendidikan Jangan Pakai 'Jurus Mabuk'
Ramai diberitakan sebelumnya, Mendikbud adiem Makarim akan mengganti format Ujian Nasional dengan konsep Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.
Konsep pengganti tersebut akan mulai diberlakukan pada 2021, sehingga 2020 mendatang akan menjadi Ujian Nasional yang terakhir.
“Di tahun 2021, UN itu akan diganti menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter,” kata Nadiem.
“Untuk 2020, UN akan dilaksanakan sesuai seperti tahun sebelumnya. Jadi 2020, bagi banyak orang tua yang sudah investasi buat anaknya belajar mendapat angka terbaik di UN itu silakan lanjut untuk 2020. Tapi itu hari terakhir UN seperti format sekarang diselenggarakan,” terangnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
