Terkini.id, Jakarta – China mengklaim telah menemukan obat antivirus corona yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 500 korban jiwa.
China saat ini tengah mengajukan hak paten obat yang disebut bisa dipakai sebagai obat antivirus corona.
Berdasarkan pernyataan yang dimuat di situs Institut Virologi Wuhan, Tiongkok, pengajuan hak paten obat tersebut sudah dilakukan sejak 21 Januari kemarin.
Nama obatnya adalah remdesivir. Remdesivir tersebut dibuat oleh Gilead Sciences Inc yang sebelumnya dipakai untuk menguji beragam penyakit seperti Ebola dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).
Kabarnya, temuan para ilmuwan menunjukkan kombinasi remdesivir dan chloroquine ketika diuji coba ke virus corona baru (2019-nCov) di laboratorium sangat efektif untuk memerangi virus corona baru.
- Permintaan Tukar Tambah Toyota Baru Meningkat, Kalla Toyota Trust Bukukan Rekor Penjualan Mobil Bekas pada Juli 2026
- PT TRK Diduga Gunakan Hauling dan Stockpile secara Ilegal, Koalisi Pemerhati Tambang Kolaka Raya Minta Antam Buka Peta IUP
- Curi Handphone Untuk Beli Sabu, Terduga Pelaku Diringkus Tim Pegasus Polres Jeneponto
- Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Bazar Halal dan Muslim Family Expo 2026, Target 12 Ribu Pengunjung
- Kadis Ketahanan Pangan Jeneponto Pastikan Ulat di Menu MBG Viral Bukan dari SPPG Batang 1
Mengutip WHO, remdesivir menunjukkan potensi kemanjuran klinis terhadap virus Ebola dan infeksi filovirus.
Obat remdesivir ini juga diterapkan pada wabah virus Ebola di Afrika Barat yang terjadi pada tahun 2013-2016.
Pada saat itu, remdesivir baru dalam tahap awal pengembangan. Namun, ternyata obat tersebut efektif mengobati virus Ebola dan kembali digunakan pada wabah virus Ebola di yang terjadi pada tahun 2018-2019.
Selain dinilai efektif untuk sembuhkan virus corona, remdesivir juga ternyata dapat menyembuhkan virus lainnya, seperti virus nipah, dan virus hendra.
Saat ini, Gilead bekerja dengan otoritas kesehatan di China untuk membuat uji coba terkontrol secara acak untuk menentukan apakah remdesivir dapat digunakan secara aman dan efektif untuk mengobati 2019-nCoV. Gilead juga mempercepat pengujian laboratorium yang sesuai terhadap remdesivir terhadap sampel 2019-nCoV, demikian tulis situs resmi Gilead.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
