Perusahaan Ini Cari Relawan yang Bersedia Disuntik Virus Corona, Diberi Duit Rp 65 Juta

Virus Corona
Suntik virus corona. (Foto: Ilustrasi)

Terkini.id, Jakarta – Sebuah perusahaan penelitian yang berpusat di London, Inggris, Queen Mary Bio Interprises mencari 24 relawan yang bersedia di suntik virus corona.

Perusahaan ini bahkan rela memberi uang senilai US$ 4.588 atau sekitar Rp 65 juta bagi setiap orang yang bersedia.

Upaya tersebut dilakukan perusahaan itu untuk menemukan vaksin bagi wabah yang sudah menjangkiti lebih dari 110 ribu orang dan menewaskan 4.000 orang lebih di seluruh dunia ini.

Dilansir dari Daily Mail pada 10 Maret 2020, para peneliti di perusahaan tersebut akan menyuntikkan dua jenis virus yaitu 0C43 dan 229E kepada para relawan.

Sekedar diketahui, jenis virus ini telah menewaskan lebih dari 3800 orang di seluruh dunia. Suntikan tersebut dikembangkan oleh perusahaan Hvivo.

Menarik untuk Anda:

Bagi relawan yang disuntik jenis virus itu, mereka akan mengalami gejala pernapasan yang sama seperti para penderita COVID-19.

Setelah proses penyuntikan, relawan kemudian akan dikarantina selama dua minggu untuk mengetahui apakah virus bekerja atau tidak.

Berdasarkan laporan New York Post, ada beberapa tahap yang perlu dijalani relawan yang ingin dijangkiti virus corona dalam penelitian itu, di antaranya yaitu harus lolos tes sebelum disuntikkan virus COVID-19.

Tes itu termasuk disuntik dengan dua strain virus yang lebih lemah, yaitu jenis 0C43 dan 229E, yang dapat menyebabkan gejala pernapasan ringan. Mereka kemudian akan diberikan vaksin baru atau yang sudah ada.

Selanjutnya, para dokter yang mengenakan pakaian pelindung dan ventilator, akan menganalisis respons pasien terhadap vaksin. Hasilnya akan digunakan para peneliti untuk fokus pada perawatan yang paling efektif untuk melacak virus-virus itu dengan cepat.

Kedua, pasien yang sudah diinfeksi akan dilarang keluar dari tempat karantina selama dua minggu. Mereka juga harus mau makanannya dibatasi dan menghindari kontak dengan manusia lain, serta harus berolahraga secara teratur.

Namun demikian, semua pengujian itu baru akan dimulai setelah Hvivo mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Produk Kesehatan Inggris.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Wow, Bioskop di Seluruh Indonesia Mulai Buka 29 Juli 2020

Anggiat Sinaga Dukung Kongres LIVE, Komunitas Pekerja Event di Makassar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar