“Kecamatan lain yang terdampak kekeringan parah yaitu Kecamatan Tamalatea yang meliputi Desa Borongtala di Dusun Mattiro Baji Induk sebanyak 60 KK, Dusun Mattiro Baji Selatan sebanyak 70 KK terdampak kekeringan dengan total jumlah air tersalurkan 25.000 Liter. Desa Bontosunggu di Dusun Kalumpang sebanyak 130 KK dengan jumlah air tersalurkan 5.000 Liter,” ungkap Andi Patappoi.
Untuk wilayah Desa Bontojai dampak kekeringan di Dusun Bontoa sebanyak 98 KK, Dusun Bontobaddo sebanyak 128 KK total jumlah air tersalurkan 15.000 Liter.
“Desa Turatea Dusun Rappo-rappo Jawa sebanyak 300 KK, Dusun Rappo-rappo Jawa 2 sebanyak 250 KK terdampak kekeringan dengan total jumlah air tersalurkan 15.000 Liter,” pungkasnya.
Menurut Andi Patappoi, wilayah terdampak kekeringan di Kecamatan Tarowang yakni di Desa Tarowang Dusun Tanakeke sebanyak 10 KK dengan jumlah air tersalurkan 5.000 Liter.
“Begitupun di Kecamatan Bontoramba, warga yang mengalami krisis air bersih di Desa Barayya, Dusun Barayya 3 sebanyak 89 KK dengan jumlah air tersalurkan 10.000 Liter.
- Bupati Paris Yasir Resmi Membuka MTQ XLVI Tingkat Kabupaten Jeneponto di Arungkeke
- Tim SMEP TP PKK Sulsel Lakukan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Jeneponto
- Ramaikan Hari Jadi ke-162 Kabupaten Jeneponto, RSUD Latopas Ikuti Karnaval Budaya dan Seni
- Karnaval Budaya dan Seni Ramaikan Hari Jadi ke-162 Kabupaten Jeneponto
- Kecamatan Tamalatea Raih Juara Umum STQH Ke-XI Kabupaten Jeneponto
Untuk di Kecamatan Binamu, krisis air bersih melanda Kelurahan Biringkassi, Lingkungan Pattontongan sebanyak 60 KK dengan jumlah air tersalurkan 5000 Liter.
“Kita akan terus mengupdate data titik lokasi yang mengalami krisis air bersih, untuk itu kami sangat berharap kepada masyarakat dan pemerintah Desa dan Kelurahan untuk melaporkan ke BPBD Jeneponto jika diwilayahnya mengalami krisis air bersih,” harapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
