Kadang Diumpankan Anjing, Kesaksian Perempuan Afganistan yang Matanya Dicungkil Taliban: Kami Hanya Daging tuk Disiksa

Kadang Diumpankan Anjing, Kesaksian Perempuan Afganistan yang Matanya Dicungkil Taliban: Kami Hanya Daging tuk Disiksa

FR
Fitrianna R

Penulis

Terkini.id, Internasional – Kekejaman Taliban kepada perempuan di Afganistan sepertinya sudah menjadi rahasia umum. Namun, anehnya beberapa orang masih belum percaya akan hal itu.

Kendati demikian, seorang wanita Afganistan bernama Khatera (33) adalah saksi hidup yang menceritakan kisah pilunya.

Ia adalah seorang ibu asal Afganistan yang disiksa oleh Taliban saat dirinya tengah hamil dua bulan.

Tak tanggung-tanggung, ia bahkan harus kehilangan penglihatannya karena kedua bola matanya dicungkil.

Mirisnya, hal itu terjadi dalam serangan yang telah dikonspirasikan oleh ayahnya sendiri, seorang mantan pejuang Taliban.

Baca Juga

Dalam laporan yang menyayat hati tentang serangan itu, Khatera mengatakan kepada News18, sebagaimana dilansir terkini.id dari Riau24 pada Rabu, 18 Agustus 2021, bahwa ia ditembak delapan kali di bagian atas tubuhnya oleh Taliban di provinsi Ghazni Afghanistan tahun lalu.

“Saya beruntung masih hidup dan selamat,” ujarnya bersyukur, meski harus kehilangan penglihatannya.

Saat itu, Khatera bertutur bahwa dirinya sedang dalam perjalanan pulang sehabis kerja dan ia kemudian dikelilingi oleh tiga anggota Taliban yang mulai menembaknya.

“Mereka (Taliban) pertama menyiksa kami (perempuan) dan kemudian membuang tubuh kami untuk ditunjukkan sebagai contoh hukuman,” ungkap Khatera yang juga menderita luka pisau di wajahnya.

Parahnya, tak hanya menembak dan matanya dicungkil, ia juga mengaku bahwa tubuhnya bersama perempuan lain juga diumpankan kepada anjing.

“Kadang-kadang tubuh kami diumpankan ke anjing. Saya beruntung bisa selamat. Kita harus hidup di Afganistan di bawah Taliban untuk membayangkan apa yang telah menimpa wanita, anak-anak, dan minoritas di sana,” ungkapnya.

“Di mata Taliban, perempuan tidak hidup, bernapas sebagai manusia, tetapi hanya daging untuk disiksa.”

Khatera sekarang tinggal di Delhi bersama balita serta suaminya dan kini ia khawatir akan masa depan perempuan di Afganistan yang kini kembali dikuasai Taliban.

“Taliban tidak mengizinkan wanita mengunjungi dokter pria dan pada saat yang sama, tidak membiarkan wanita belajar dan bekerja. Jadi, lalu apa yang tersisa untuk seorang wanita? Dibiarkan mati?” tanyanya miris.

“Taliban tidak hanya membunuh wanita. Mereka membuat hewan memakan tubuh wanita.”

Di sisi lain, Taliban baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah ‘melonggarkan pendirian mereka’ tentang hak-hak perempuan.

“Wanita mengisi universitas. Itu adalah pemandangan yang indah untuk melihat gadis-gadis pergi ke sekolah. Semua sia-sia hanya dalam seminggu,” tandas Khatera.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.