Kakek Muslim Hibahkan Tanah untuk Gereja, DS Sentil Rizieq-Bahar

Kakek Muslim Hibahkan Tanah untuk Gereja, DS Sentil Rizieq-Bahar

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar (DS) menanggapi pemberitaan seorang kakek penganut Muslim yang menghibahkan tanahnya untuk gereja.

Denny Siregar lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 4 Desember 2021, membagikan artikel pemberitaan terkait aksi mulia sang kakek berjudul ‘Bukti Nyata Toleransi, Kakek Muslim Ini Hibahkan Tanahnya untuk Gereja’.

Sementara dalam narasi cuitannya, DS menyentil dua tokoh Islam di Tanah Air yakni Habib Rizieq Shihab dan Habib Bahar bin Smith.

Menurut Denny, Rizieq Shihab dan Bahar Smith harusnya malu membaca pemberitaan soal aksi toleransi antar umat beragama yang diperlihatkan sang Kakek Muslim tersebut.

“Rizieq dan Bahar harusnya malu membaca berita ini,” cuit Denny Siregar.

Baca Juga

DS pun menilai, kakek Muslim itulah yang sebenar-benarnya Habib dan bukannya mereka yang mengaku habib namun mulutnya penuh kecaman tanpa pernah berbuat amalan.

“Beliaulah sebenar-sebenarnya Habib, bukan mulut-mulut sampah penuh kecaman tanpa sedikitpun amalan,” kata DS.

Mengutip Jawapos, warga Lingkungan VI Desa Arakan, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minsel bernama Robo Lahmah menjadi bukti nyata toleransi di Sulawesi Utara (Sulut).

Kakek berusia 71 tahun dan beragama Muslim ini menghibahkan tanah miliknya untuk gereja GMIM Efrata Rap-Rap.

Hal itu diungkapkan Ketua BPMJ GMIM Efrata Rap-rap, Pdt Welly Pudihang STh MPdK lewat postingannya di media sosial.

“Dari bahasa tubuhnya terpancar kerendahan hati. Sepenggal kalimat yang ia sampaikan sangat menyentuh hati saya. ‘Pendeta, napa kita so tanda tangan Surat Hibah kita pe tanah for Gereja Basar’. (Pendeta, saya sudah tanda tangan surat hibah tanah saya untuk gereja, red),” tulis Pdt Welly.

Pdt Welly pun memuji Robo Lahmah yang akrab disapa Pa Ade Robo lantaran ketulusannya menghibahkan tanah miliknya untuk gereja GMIM Efrata Rap-Rap.

“Sungguh suatu prinsip hidup yang sangat luar biasa di saat manusia di jagad ini terpolarisasi dengan gaya hidup ‘Sapa Ngana Sapa Kita’. Apa jadinya dengan dunia kita ini, sekiranya semua orang menerapkan teori Darwin, bahwa hanya yang kuat dan yang licik bukan yang benar yang mampu Survive. Dan betapa luluh-lantak dunia ini sekiranya seperti kata Nietzhe, ‘Mereka yang kecil dan lemah mesti rela jadi makanan yang besar dan kuat, sebab begitulah ketentuan hukum kehidupan’,” tuturnya.

Lebih lanjut, Pdt Welly juga menilai perbuatan mulia sang Kakek Muslim yang menghibahkan tanah miliknya untuk gereja tersebut telah mengajarkan kepada orang-orang bagaimana menjadi manusia sesungguhnya.

“Kerendahan hatinya membuktikan ia sangat mencintai sesama manusia. Pa Ade Robo adalah seorang Muslim taat namun di balik ketaatannya ia sangat mengenal ajaran Kristus, Kasihilah Sesamamu Manusia. Maklum Pa Ade Robo hidup di lingkaran keluarga Kristiani,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.