Kantor OJK Sulselbar Sebut Stabilitas Sektor Jasa Keuangan di Sulsel Tetap Terjaga dan Tumbuh Positif

Kantor OJK Sulselbar Sebut Stabilitas Sektor Jasa Keuangan di Sulsel Tetap Terjaga dan Tumbuh Positif

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Tingkat intermediasi perbankan Syariah berada pada level 125,73 persen dengan tingkat NPF pada level 2,07 persen.

Kredit usaha mikro mendominasi penyaluran Kredit UMKM di Sulawesi Selatan

Penyaluran kredit sektor UMKM di Sulawesi Selatan terus meningkat dengan porsi kredit UMKM terhadap total kredit sebesar 37,53 persen atau mencapai Rp61,62 triliun, nilai ini tumbuh sebesar 1,37 persen (yoy) pada posisi Juni 2025.

Kredit UMKM di Sulawesi Selatan masih didominasi oleh UMKM mikro dengan share 55,30 persen, disusul UMKM kecil 30,06 persen dan UMKM menengah 14,63 persen.

Secara total, kredit UMKM telah disalurkan kepada 917.957 debitur. Berdasarkan sektor lapangan usaha, penyaluran kredit UMKM terbesar berada pada sektor perdagangan besar dan eceran dengan share sebesar 45,65 persen.

Perkembangan Pasar Modal di Sulawesi Selatan Peningkatan inklusi masyarakat Sulawesi Selatan terhadap produk pasar modal cukup signifikan yang tercermin dari pertumbuhan SID sebesar 16,25 persen (yoy) mencapai 427.336 SID pada posisi Juni 2025.

Baca Juga

Provinsi Sulawesi Selatan berada di posisi ke-7 dengan total SID terbanyak secara nasional. Investor Pasar Modal masih di dominasi oleh Reksa dana, namun pertumbuhan SID tertinggi berada di portofolio saham dengan pertumbuhan sebesar 28,69 persen.

Sampai dengan Juni 2025, akumulasi transaksi saham tercatat mencapai Rp13,05 Triliun lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode Juni 2024 yang mencapai Rp9,36 Triliun.

Perkembangan Sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) di Sulawesi Selatan

Pada sektor PVML di Sulawesi Selatan per Juni 2025, total piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 1,37 persen menjadi Rp18,77 triliun, total pembiayaan perusahaan modal ventura tumbuh 1,15 persen mencapai Rp373 miliar, dan outstanding pembiayaan fintech P2P lending tumbuh 37,46 persen mencapai Rp2,04 triliun.

Pada posisi April 2025, total pinjaman yang disalurkan pada perusahaan pergadaian tumbuh 29,55 persen mencapai Rp8,47 triliun.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.