Terkini, Makassar – Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) menyampaikan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan tetap terjaga dan tumbuh positif pada semester I 2025 di tengah tantangan dinamika perekonomian global.
Hal itu diutarakan Kepala OJK Sulselbar, Mochlasin dalam acara Journalist Update kinerja sektor jasa keuangan pada Jumat 15 Agustus 2025.
Kepala OJK Sulselbar, Mochlasi mengatakan kondisi ini menunjukkan ketahanan (resiliensi) sektor keuangan daerah yang solid dan turut menopang kekuatan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang pada periode semester I 2025 mencapai 5,35 persen (c-to-c), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,99persen (c-to-c).
Perkembangan Sektor Perbankan di Sulawesi Selatan
Kinerja perbankan di Sulawesi Selatan pada posisi Juni 2025 masih menunjukkan pertumbuhan positif meskipun dengan laju pertumbuhan yang lebih moderat.
Menurut dia, total aset perbankan tumbuh sebesar 5,90 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp207,33 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,73 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp141, 69 triliun.
- Pimpinan Baru FK Unhas Periode 2026--2030 Resmi Terima Amanah
- TKN Pembina Kabupaten Jeneponto Gelar Pentas Seni dan Pelepasan, Siapkan Langkah ke Jenjang Sekolah Dasar
- Wali Kota Makassar Sambut Pendataan Sensus Ekonomi 2026, Tawarkan Penanaman Pohon Bersama BPS
- Wali Kota Makassar Lepas 2.000 Peserta Kirab Muharram 1448 H, Serukan Persatuan Umat
- Trafik Penumpang Melesat 10,2 Persen, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Operasional Positif hingga Mei 2026
“DPK di Provinsi Sulawesi Selatan didominasi oleh tabungan dengan share 59,22 persen. Adapun kredit yang disalurkan tumbuh sebesar 3,89 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp167,47 triliun,” imbuhnya.
Penyaluran kredit di Sulawesi Selatan didominasi oleh penyaluran kredit produktif sebesar 53,77 persen, namun dari sisi pertumbuhan kredit didorong oleh kredit konsumtif yang tumbuh sebesar 7,66 persen.
Jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi, kredit yang disalurkan pada sektor perdagangan besar dan eceran memiliki porsi terbesar dengan share 22,95 persen.
Kinerja intermediasi perbankan Sulsel terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 120,30 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah berada di level 2,99 persen.
Perbankan Syariah turut menunjukkan pertumbuhan positif pada posisi Juni 2025. Hal ini tercermin dari aset perbankan syariah yang tumbuh sebesar 21,08 persen (yoy) menjadi Rp18,26 triliun, dengan penghimpunan DPK yang tumbuh 13,18 persen menjadi Rp12,39 triliun dan penyaluran pembiayaan yang juga tumbuh sebesar 21,06 persen (yoy) menjadi Rp15,57 triliun.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
