Terkini.id, Makassar – Kebakaran di California, Amerika Serikat yang dimulai sejak sepekan lalu terus meluas hingga menghanguskan sekitar 312 ribu hektare hutan, perumahan dan lahan.
Petugas pemadam kebakaran menyebut 12 ribu sambaran petir telah menyulut sebanyak 560 kebakaran, yang diperparah dengan suhu tinggi di musim panas. Sementara itu, sebanyak 119 ribu orang telah dievakuasi.
Gubernur California Gavin Newsom mengatakan pada Jumat 21 Agustus 2020, bahwa sebagian besar kebakaran terjadi di daerah tidak berpenghuni.
Meski begitu setelah satu minggu, kebakaran terbesar ke-10 dalam sejarah negara bagian itu baru dapat diatasi tujuh persen.
Pihak berwenang mengatakan setidaknya ada lima kematian yang dikaitkan dengan kebakaran kali ini.
- Pemkot Makassar Bentuk Tim ATS, Jemput Anak Putus Sekolah Kembali Belajar
- Di Balik Sekop Sang Komandan, Mengukir Jalan Kesejahteraan untuk Rakyat di Jeneponto
- Mubes IKA Unhas Berakhir Riang Gembira, MRR : Berlangsung Tertib Tidak Ada Ricuh, Terima Kasih Semuanya
- TP PKK Sulsel Gelar Rakor, Bahas Program Pokok dan Persiapan Agenda Nasional 2026
- Bupati Sidrap: MRS Celebes Series Jadi Ajang Lahirkan Pembalap Nasional hingga Internasional
Petugas pemadam kebakaran menyebut 12 ribu sambaran petir telah menyulut sebanyak 560 kebakaran, yang diperparah dengan suhu tinggi di musim panas.
Sebanyak 119 ribu orang telah dievakuasi. Namun proses evakuasi juga terhambat, karena banyak warga yang ragu untuk tinggal di pusat evakuasi karena ancaman COVID-19.
Pada Konvensi Nasional Demokrat misalnya, Newsom menyebut Trump akan menarik dana dari negara bagian itu karena kebakaran yang diakibatkan pengelolaan hutan yang buruk.
“Tidak ada satu pun panggilan telepon saya kepada presiden yang tidak segera dia respons, dan hampir di setiap kesempatan ia menanggapinya dengan baik, terkait dengan kebakaran hutan ini. Dia mungkin membuat pernyataan di depan umum, tetapi hubungan kerja secara pribadi sangat efektif,” kata Newsom
Dilansir dari CNN Indonesia, melaporkan pemadam kebakaran mengkhawatirkan perkiraan menyatakan cuaca bakal badai kering, yakni cuaca dengan banyak petir namun hujan kecil. Kondisi itu dapat mengakibatkan lebih banyak api dan menyebarkan yang sudah ada.
“Apa yang kami khawatirkan kejadian setelah Minggu, jika kami mendapati lebih banyak petir dan api,” kata California Fire Battalion Chief Lucas Spelman.
Menurut Spelman tugas pemadam kebakaran bakal semakin berat sebab berhadapan dengan panas, asap, dan api. Selain itu juga ada kendala kelelahan fisik dan mental, ditambah lagi lama bencana yang tak bisa diprediksi
Trump menyatakan pada Sabtu 22 agustus 2020 bakal mengirimkan bantuan pemerintah ke area yang kena dampak kebakaran.
Presiden Donald Trump telah mendeklarasikan kebakaran di California sebagai Bencana besar. Status itu membuat bantuan negara dapat direalisasikan.
Lebih dari 14 ribu petugas pemadam kebakaran tengah berjuang mengatasi 585 titik api yang sekarang sudah membakar nyaris 400 ribu hektare. Perkiraan cuaca berangin mengancam api bakal terus bergerak ke pemukiman penduduk saat asap menutupi seluruh California.
Sebanyak enam orang telah dilaporkan meninggal dunia dan ribuan orang lainnya telah dievakuasi karena kebakaran ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
