Masuk

Kedokteran UMI Kerja Sama Puskesmas Parangloe Beri Penyuluhan Diet dan Cek Asam Urat

Komentar

Terkini.id, Makassar – Asam urat merupakan hasil metabolisme di dalam tubuh yang berasal dari senyawa purin. Purin sendiri terdapat pada berbagai bahan makanan yang berprotein. Apabila seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung purin secara berlebih maka akan terjadi peningkatan produksi asam urat di dalam darah (hiperurisemia). 

Kristal asam urat yang berlebih menumpuk di dalam sendi dan menyebabkan penyakit Gout Artritis bahkan jika menumpuk di ginjal mengakibatkan batu ginjal dan pada akhirnya terjadi gagal ginjal. 

Prevelensi penyakit asam urat di Indonesia semakin mengalami peningkatan. Menurut Riskesdas pada tahun 2018, prevalensi penyakit asam urat berdasarkan berdasarkan diagnosis atau gejala  sebesar 24,7% jika dilihat dari karateristik umur, prevalensi tertinggi pada umur ≥ 75 tahun (54,8%). 

Baca Juga: Mahasiswi UMI Tewas Saat Pengkaderan, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Penderita wanita juga lebih banyak (8,46%) dibandingkan dengan pria (6,13%) (Riskesdas, 2018). Sedangkan di pulau Sulawesi, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan daerah yang memiliki prevalensi penyakit sendi tertinggi, sebesar 27,7%. 

Meskipun angka kejadian Gout Artritis dan penyakit lain akibat hiperuisemia cukup tinggi, namun sebagian besar masyarakat belum banyak mengetahui informasi mengenai diet rendah purin dan cenderung enggan untuk melakukan skrining kadar asam urat.

Salah satu upaya untuk mencegah dan mengendalikan kadar asam urat pada tubuh yaitu dengan melakukan diet rendah purin untuk membatasi asupan purin serta melakukan pemeriksaan kadar asam urat darah secara berkala.

Baca Juga: Dukung Wirausahawan Muda, PIP Gelar UMi Youthpreneur 2022

Upaya pencegahan hiperurisemia membutuhkan partisipasi dari semua pihak, baik dokter pemerintah, swasta maupun masyarakat, agar hiperurisemia dapat dikendalikan. Sebagian besar masyarakat belum banyak mengetahui informasi mengenai diet rendah purin dan cenderung enggan untuk melakukan skrining kadar asam urat. 

Penyebab keengganan tersebut beragam, mulai dari aspek biaya, keterjangkauan ke lokasi pemeriksaan, keterbatasan sarana prasarana maupun aspek waktu. 

Berangkat dari permasalahan tersebut, Fakultas Kedokteran UMI bekerja sama dengan mitra setempat yaitu Puskesmas Parangloe untuk mengadakan suatu kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa PkM Penyuluhan Diet Rendah Purin dan Pemeriksaan Kadar Asam Urat Darah sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Akibat Hiperurisemia di Desa Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. 

Kegiatan ini berlangsung pada hari selasa, 13 September 2022 di Desa Lanna yang dihadiri oleh pejabat desa setempat, kepala puskesmas Parangloe beserta staf serta para peserta Prolanis. 

Baca Juga: 68 Tahun UMI, Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Hibah Senilai Rp1 Milliar

Kepada para warga dilakukan penyuluhan mengenai Diet Rendah Purin serta pemeriksaan kadar Asam Urat darah secara gratis. Selain itu, tak lupa pula Fakultas Kedokteran UMI menyerahkan bantuan berupa 1 buah unit alat pemeriksaan Kolesterol, Gula Darah dan Asam Urat kepada mitra Puskesmas Parangloe.

 “Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian ini para warga Desa Lanna dapat lebih memperhatikan sumber-sumber makanan yang mengandung purin tinggi yang dapat memicu timbulnya penyakit batu ginjal dan Gout Artritis sehingga kadar Asam urat warga senantiasa normal dan penyakit-penyakit tersebut dapat dicegah yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar dr. Inna, selaku ketua tim pengabdian. 

Kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan. Kedepannya, kegiatan ini diharapkan mampu dilakukan dalam skala lebih besar sehingga dapat memberikan efek yang lebih optimal.