Keganjilan Kasus Lenyapnya Uang Nasabah Bank BCA Rp 135 Juta

Keganjilan Kasus Lenyapnya Uang Nasabah Bank BCA Rp 135 Juta

I
R
Indah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Kasus yang menimpa salah seorang nasabah bank BCA hingga ia kehilangan uangnya sebesar Rp 135 juta pada hari minggu kemarin memiliki suatu keganjilan. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pakar keamanan siber, Alfons Tanuwijaya.

Pendiri dari vaksin.com ini memberikan pendapatnya mengenai keanehan yang ia rasakan terkait kasus bank BCA. Alfons Tanuwijaya menyatakan mustahil kartu ATM bank bisa terkena skimming. Karena setiap kartu ATM memiliki chip yang berguna untuk melindunginya dari tindakan kriminal tersebut.

“Kartu chip secara teknis mustahil bisa terkena skimming, kalau mau klon bisa tapi kalau pihak luar bank mau mengkloning itu membutuhkan biaya yang luar biasa besar,” ujarnya.

Dalam wawancara yang dilakukan detik.com dengan pakar keamanan siber kenamaan tersebut, ia menjelaskan bahwa tidak mungkin pihak bank BCA tidak mengetahui alasan dibalik hilangnya uang nasabah bank swasta terbesar di Indonesia ini.

Lanjutnya Alfons menilai kejadian kemarin yang menimpa salah satu pemegang media sosial Twitter ini bukan semata-mata hanya karena skimming saja. 

Baca Juga

Sebab sesuai dengan peraturan Bank Indonesia per 1 Januari 2022, semua kartu ATM harus memiliki chip, bukan lagi menggunakan magnet. Kartu ATM yang memiliki chip tidak akan mungkin terkena kasus skimming.

“Bisa jauh lebih mahal dari uang yang didapatkan. Alatnya juga hampir tidak mungkin didapatkan semudah alat kloning kartu magnetik,” ujar Alfons dilansir dari halaman detik.com pada Senin 28 Maret 2022.

“Jadi ada 2 kemungkinan disini. Pertama, bank-nya bandel tidak mengikuti Surat Edaran Bank Indonesia, sehingga ada kartu ATM-nya yang masih magnetik dan bisa di skim,” imbuh Alfons.

Namun demikian cara pihak bank BCA menangani kasus ini dengan mengganti 100 persen uang tabungan nasabah yang hilang perlu diancungi jempol.

Sebab jika pihak bank tidak menangani kejadian ini dengan baik, akan memiliki efek berkurangnya kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap sistem perbankan di tanah air.

Disisi lain pihak bank BCA dan seluruh bank dalam negeri seharusnya selalu mengutamakan kejujuran dengan kasus skimming tersebut. Pakar dunia siber di Indonesia ini berpendapat bahwa bank BCA menutupi apa yang sebenarnya terjadi.

Padahal dengan menguraikan apa yang sebenarnya terjadi, industri perbankan dan juga para nasabah bisa mencegah agar kejadian skimming ini tidak terulang kembali.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.