Bank Tahan Pembukaan Kantor Baru, Transaksi di Cabang BCA Sisa 3 Persen

Seiring stimulus keuangan yang terus digemakan pemerintah, bank lokal mulai meningkatkan peran dalam kredit sindikasi untuk pembangunan beberapa proyek di Indonesia. Hal itu dapat dilihat dari data laporan keuangan kuartal ketiga menuju pengujung 2016. / Effendy Wongso

Terkini.id, Jakarta – Direktur PT Bank Central Asia Tbk Henry Koenaifi memaparkan, pertumbuhan kantor cabang BCA tahun ini tidak akan seagresif tahun 2018.

Pertumbuhan kantor cabang yang cenderung tertahan itu, lantaran makin besarnya layanan dan transaksi secara digital.

Jumlah transaksi di sejumlah cabang berkurang tersisa 3 persen. Sisanya, sekitar 97 persen transaksi dilakukan secara digital.

“ATM termasuk digital, mobile banking juga termasuk digital. Kita memperkirakan jadi 1% mungkin posisinya, sudah bottom,” ucap Henry di Menara BCA, Jakarta Pusat seperti dilansir dari CNBC Indonesia pada Rabu 9 Januari 2019.

https://www.cnbcindonesia.com/market/20190109183104-17-49865/hijrah-ke-digital-transaksi-nasabah-di-cabang-bca-tinggal-3

Kalau pun akan melakukan ekspansi, kata Henry, pihaknya masih meraba-raba model yang harus diimplementasi. Misalnya, model kantor cabang di Summarecon lebih lengkap ketimbang di Gandaria.

“Di Gandaria itu hampir tidak ada orang. Kalau Summarecon masih ada orang. jadi dia ada conventional branch, ada juga digitalnya,” tuturnya.

Untuk itu, BCA kini tengah mempertimbangkan menambah cabang untuk digital branch.

Hal itu sudah dilakukan perusahaan sejak 6 tahun lalu di Alam Sutera. “Kita tengah mencoba apa yang paling cocok dengan perkembangan yang ada.” katanya.

Pembangunan digital branch diakui Henry memang lebih mahal jika dibandingkan cabang konvensional. Akan tetapi, hal itu hanya terjadi di awal karena tidak perlu biaya untuk gaji pegawai.

Terlebih bisa menekan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO).

Komentar

Rekomendasi

Benarkah Kredit di Bank dan Leasing Bisa Ditunda? Begini Penjelasan Rinci OJK

Stabilkan Pasar Saham, OJK Bolehkan Perusahaan Tunda RUPS Tahunan dan Laporan Keuangan 2019

Kredit Macet Menghantui di Tengah Wabah Corona, OJK Longgarkan Kredit untuk Debitur

BI Gelontorkan Rp 300 Triliun untuk Selamatkan Rupiah

Gandeng PT PNM, Bank Sulselbar Pacu Bisnis Ultra Mikro

Kerja Sama Bank Sulselbar, Go-Pay Kini Terima Pembayaran Pajak PBB Warga Sulsel

Komitmen Manulife di Palu Mendapat Respons Positif Masyarakat

Agen Pemasaran Tumbuh 39 Persen, Perusahaan Asuransi Ini Gelar Roadshow di 8 Kota

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar