Terkini.id, Jakarta – Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono, menyebut virus corona juga ditemukan di kelelawar yang hidup di Indonesia.
Kelelawar yang terindikasi mengandung virus corona tersebut merupakan jenis pemakan buah.
Meski demikian, Agus belum dapat memastikan virus corona yang ada di kelelawar di Indonesia sama dengan yang di Wuhan atau tidak.
” Sekarang yang dikhawatirkan, dengan kelelawar itu karena memang kita dapatkan virus corona itu ada di kelelawar. Kita nggak tahu apakah corona yang ditemukan sama dengan yang di Wuhan mungkin beda, serinya lain,” ujar Agus dikutip dari dream.co, Senin, 3 Februari 2020.
Agar masyarakat tidak terjangkit virus, sebaiknya tidak melakukan kontak langsung dengan kelelawar atau hewan pengerat lainnya.
- Imbas Kelangkaan BBM, Disdik Makassar Terapkan Pembelajaran Daring untuk TK, SD dan SMP
- Four Points by Sheraton Makassar Genap 11 Tahun, Rayakan dengan Aksi Sosial dan Syukuran
- New Veloz Hybrid EV Dongkrak Penjualan Toyota di Segmen Low MPV, Market Share Capai 66,2 Persen
- Alfamart-Sweety Lanjutkan Kolaborasi Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat
- Polres Jeneponto Perketat Pengamanan di Seluruh SPBU, Antisipasi Isu Kelangkaan BBM dan Antrian Panjang
“Jadi, pertama hindari kontak langsung dan tidak langsung,” ucap dia.
Agus juga meminta kepada masyarakat untuk tidak memakan buah bekas yang dimakan kelelawar. Sebab, hal itu dapat memungkinkan tertular virus corona.
“Buah yang manis itu biasanya kelelawar makan dan nggak habis. Biasanya di sebagian masyarakat atau anak-anak itu (dimakan). Jangan dimakan itu,” imbau dia.
Lebih lanjut, Agus menyarankan masyarakat yang biasa mengonsumsi makanan ekstrem untuk lebih waspada.
“Bagi sebagian masyarakat budaya yang mengonsumsi kelelawar buah mungkin bisa pertimbangkan untuk tidak konsumsi, mengingat konsekuensi nya harus dibayar mahal kalau memang kejadian. Jadi masih banyak makanan alternatif dan fungsional dan menyehatkan,” kata dia.
Kelelawar Soppeng Juga Mengandung Corona
Sebelumnya, hasil riset sementara Agus menyebutkan bahwa kelelawar di Indonesia juga mengandung virus-virus berbahaya termasuk corona.
Agus melakukan penelitian di daerah-daerah antara lain Bukittinggi, Bogor, Panjalu (Ciamis), Gorontalo, Manado, dan Soppeng (Sulawesi Selatan).
Taman Kalong Soppeng.
Hasilnya, kalelawar-kalelawar di Indonesia itu mengandung virus-virus berbahaya, antara lain coronavirus, bufavirus, polyomavirus, alphaherpesvirus, paramyxovirus, dan gammaherpesvirus.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
