Keluarga Besar KLHK Sulsel Laksanakan Upacara Peringatan Hari Ibu-91

Terkini.id, Makassar-Puncak acara PHI ke-91 dilaksanakan di lapangan upacara SMK Kehutanan Negeri Makassar. Merujuk surat undangan dari Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku Nomor UN. 488/P3E.SUL/TU/HMS.0.1/12/2019 tertanggal, Senin 16 Desember 2019 yang ditandatangani Kepala P3E Suma selaku Koordinator Wilayah UPT-KLHK Sulsel mengundang keluarga besar KLHK lingkup Sulawesi Selatan antara lain, BBKSDA Sulsel, Balai TN. Babul, Balai TN. Takabonerate, BDLHK Makassar, BPPLHK (Gakkum) Wilayah Sulawesi, BPDASHL Jeneberang Saddang, Balai Litbang LHK Makassar, Balai PPI dan Karhutla Wilayah Sulawesi, BPHP Wilayah XIII Makassar, BPKH Wilayah VII Makassar, Balai PSKL Wilayah Sulawesi, BPTH Makassar, P3E Suma (Korwil UPT LHK Sulsel) dan SMK Kehutanan Negeri Makassar.

Peringatan Hari Ibu yang ke 91 mengusung tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”.

Hariani Samal, S.Hut., M.Si, Kepala BPKH Wilayah VII Makassar selaku pembaca sejarah singkat Hari Ibu menyebutkan, Pada Tahun 1936 kongres Perempuan Indonesia III di Bandung tanggal 22 Desember merupakan hari ibu, selanjutnya dikukuhkan oleh pemerintah dengan keputusan presiden Nomor 316 Tahun 1969 tentang Hari-hari Nasional yang bukan hari libur tertanggal 16 Desember yang menetapkan bahwa Hari Ibu tanggal 22 Desember Hari Nasional dan Bukan Hari Libur.

“Atas prakarsa para perempuan pejuang pergerakan kemerdekaan pada tanggal 22-25 Desember 1928 diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali di Yogyakarta. Salah satu keputusannya adalah dibentuknya satu organisasi federasi yang mandiri dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI).

Menarik untuk Anda:

Dalam kesempatan tersebut Kepala BPKH Wilayah VII Makassar menjelaskan, Pada tahun 1929 Perikatan Perkoempoelan Perempuan Indonesia (PPPI) berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII). Pada tahun 1935 diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta. Kongres tersebut disamping berhasil membentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia, juga menetapkan fungsi utama Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa, yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya,” jelasnya.

Hariani Samal menuturkan, tahun 1946 badan ini menjadi Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), yang sampai saat ini terus berkiprah sesuai aspirasi dan tuntutan zaman, periatiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember tersebut kemudian di jadikan tonggak sejarah bagi kesatuan pergerakan perempuan Indonesia.

“Semangat perjuangan kaum perempuan Indonesia tersebut sebagaimana tercermin dalam lambang berupa setangkai bunga melati dengan kuntumnya, yang menggambarkan, kasih sayang kodrati antara ibu dan anak, kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak dan kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan dan persatuan, keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa dan negara,” Lanjutnya membacakan sejarah singkat Hari Ibu.

“Semboyan pada lambang Hari Ibu Merdeka Melaksanakan Dharma mengandung arti bahwa tercapainya persamaan kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki merupakan kemitrasejajaran yang perlu diwujudkan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demi keutuhan, kemajuan dan kedamaian bangsa Indonesia,” ujar Hariani Samal.

Makna peringatan Peringatan Hari Ibu Ke-91, Pertama, menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh jalan panjang dalam mewujudkan peranan dan kedudukan perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram dan damai serta adil dan makmur. Kedua, Sesungguhnya perjuangan meningkatkan peranan dan kedudukan kaum perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara masih panjang, namun keberhasilan yang telah dicapai selama ini hanyalah langkah awal dalam menuju cita-cita kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram dan damai serta adil dan makmur. Ketiga, merupakan momentum untuk merenungkan peran perempuan dalam memperjuangkan peranan dan kedudukannya yang menggambarkan semangat nasionalisme perempuan berdaya untuk menuju Indonesia maju. Secara menyeluruh pelaksanaan upacara berlangsung lancar dan khidmat.

Bagikan