Kemacetan dan Pengangguran Masih Jadi Masalah Besar di Kota Makassar

Iqbal Suhaeb
Penjabat Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb

Terkini.id, Makassar – Pemerintahan Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb masih menyisahkan pekerjaan rumah di sepanjang 2019.

Berdasarkan refleksi akhir tahun, masalah kemacetan dan tingginya angka pengangguran menjadi sorotan.

Diketahui, masa pemerintahan Iqbal saat ini tepat tujuh bulan. Namun persoalan masyarakat yang menjadi prioritas belum selesai dan menjadi catatan di tahun mendatang.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Makassar Nielma Palamba mengakui, pada refleksi akhir tahun terlihat kekurangan dan capaian Pemkot dalam perjalanannya selama setahun.

“Dari hasil kajian kita, dan berdasarkan survei yang kita (Litbang) lakukan telah mencatat pengangguran dan kemacetan masih menjadi persoalan di Makassar,” kata Nielma, Jumat, 13 Desember 2019.

Oleh sebab itu, untuk menyelesaikan kedua persoalan tersebut Balitbangda bakal mengeluarkan rekomendasi untuk diteruskan ke masing masing SKPD.

“Nanti kita akan teliti ini, hasilnya akan menjadi rekomendasi yang diarahkan langsung ke SKPD yang bersangkutan dan intervensi program apa yang diberikan sehingga bisa meminimalisir dan bisa tuntas,” ujarnya.

Sebelumnya, Iqbal Suhaeb mengaku telah memperingatkan kepada SKPD dan ASN untuk tidak puas dalam bekerja.

“Selalu kita akan ingatkan kalau SKPD maupun ASN tidak boleh cepat puas dan tidak berada dalam situasi zona nyaman (comfort zone), harus bergerak dan berubah,” terangnya.

Bahkan Iqbal mengatakan hasil refleksi akhir tahun Pemkot Makassar ini tentunya akan menjadi penilaian bagi seluruh kinerja SKPD.

“Ini bagian manajemen birokrasi di mana yang berhasil kita berikan penghargaan dan yang belum akan menjadi cambuk bahwa kenapa yang lain bisa sementara dia tidak bisa,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) pun menyoroti persoalan pengguran dan kemacetan. Selain itu, ia juga menilai perparkiran yang semrawut di Kota Makassar sehingga harus menjadi prioritas di 2020

Bahkan NA menyebut kondisi lalu lintas di Makassar akan menjadi sumpek jika penataan perparkiran masih semrawut dan tidak dilakukan penataan.

“Kita bisa lihat persoalan sebenarnya ada di badan jalan yang dijadikan tempat parkir. Nah ini saya kira yang harus kita pikirkan sama-sama,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Ini Penyebab Calon Direksi Perumda Air Minum Kota Makassar Tidak Lulus Berkas

PII Pusat Gelar Rapat Pleno Awal Tahun di Gedung Griya Rekayasa Indonesia

Sikapi Isu Lingkungan, Makassar Digital Valley Bikin Program Spesial ‘Green Network’

Kondisi TPI Paotare Memperihatinkan, Ini Rencana Pemkot Makassar

Dokumen Ini Jadi Hambatan Penindakan Gudang Dalam Kota di Makassar

NasDem Akan Gelar Turnamen Mobile Legends dan PUBG di Makassar

Pelantikan 3 Perusda Menunggu SK Pemberhentian Calon Direksi sebagai Pengurus Partai

Danny Pomanto Didorong Maju Jalur Perseorangan di Pilwali Makassar

KPU Makassar Buka Pendaftaran Calon PPK, Dilakukan Secara Online

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar