Terkini.id, Jakarta – Ikatan Guru Indonesia sepakat dengan tuntutan banyak pihak terkait keterlibatan lembaga-lembaga CSR dalam Program Organisasi Penggerak Kemdikbud atau POP.
Evaluasi ini terkait penggunaan anggaran negara oleh lembaga tersebut apalagi mereka sudah ditetapkan status dan besaran bantuannya meskipun belakangan muncul informasi bahwa akan ada patungan atau bahkan lembaga CSR melakukannya dengan mandiri.
Terkait anggaran ini perlu diperjelas sejelas-jelasnya apalagi banyak yang mengaitkan personal dirjen GTK dengan lembaga tersebut.
“Selain persoalan anggaran, juga terkait evaluasi kesuksesan program ini kedepannya, jangan sampai sukses lembaga-lembaga tersebut hanya menjadi klaim kemdikbud padahal kemdikbud sama sekali tak melakukan apapun terhadap lembaga tersebut,” jelas Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, Muhammad Ramli Rahim, Kamis 23 Juli 2020 lewat keterangan tertulis yang diterima terkini.id.
Jika memang ingin melibatkan Sampoerna Foundation dan Bakti Tanoto, mestinya kemdikbud sejak awal mengkomunikasi hal tersebut bukan hanya kepada dua lembaga itu tetapi kepada semua lembaga CSR yang pernah atau masih berperan dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Meskipun demikian PP IGI sudah memutuskan untuk tetap akan mendukung kemdikbud dalam menjalankan Program ini mengingat cita-cita awal IGI yang memang berkeinginan meningkatkan kompetensi guru Indonesia.
- "Geology of The Sulawesi Region" Diluncurkan, Ungkap Keunikan Geologi Pulau Sulawesi yang Mendunia
- Nahkodai KLH/BPLH, Menteri Jumhur: Environmental Ethics Jadi Penyelamat Bumi
- Polbangtan Kementan Terapkan Tanam Modern, 75 Hektare Digarap dengan Drone
- PDAM Makassar Siapkan Solusi Jangka Pendek dan Panjang Hadapi Krisis Air
- Wali Kota Munafri Dorong Urban Farming Jadi Program Wajib di Seluruh Kecamatan Makassar
IGI ingin terlibat mencari solusi dan menemukan masalah dari program ini dengan terlibat didalamnya secara langsung karena selama ini IGI berada diluar pemerintah dan dalam 3 tahun pertama sukses melatih 1,5 juta guru meskipun tanpa bantuan Kemdikbud.
Hingga saat ini kemdikbud belum menemukan pola meningkatkan kompetensi guru secara efektif, hal ini tergambar dari rendahnya hasil uji kompetensi guru Indonesia dan posisi indonesia dalam berbagai parameter internasional.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
