Kasubditbimtibsos Ditbinmas Polda Metro Jaya, AKBP Sujanto, menegaskan program ini menjadi momentum penting untuk menyatukan masyarakat Manggarai.
“Wilayah ini punya sejarah panjang konflik sosial. Penetapan Kampung REDAM adalah langkah nyata untuk menjaga Jakarta tetap aman. Jaga Jakarta, jaga warga, jaga aturan, jaga amanat,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Presiden The World Peace Organization, Dr. Bambang Herry Purnomo. Ia menyebut Kampung REDAM sebagai inovasi besar dari Menteri HAM yang menggabungkan pendekatan rekonsiliasi dan pembangunan.
“Kami siap mendukung penuh, baik secara teknologi maupun operasional. Rekonsiliasi dan pembangunan harus berjalan bersama,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar, menilai Kampung REDAM berpotensi menghilangkan budaya tawuran dan konflik horizontal yang kerap muncul di Manggarai.
- Anggota DPRD Makassar Andi Odhika Cakra Serap Aspirasi Warga di Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya
- Wakil Ketua DPRD Gowa Tegaskan RDP Bukan Campuri Urusan Privat
- Berdiri Megah di Titik Nol Pembangunan, Tugu TMMD ke-128 Jadi Simbol Abadi Kemanunggalan TNI di Jeneponto
- Poltekpar Makassar Berdayakan Ibu-Ibu Sawundarek Raja Ampat melalui PKM Pariwisata Berkelanjutan
- Sinergi BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku dan Kejaksaan Dorong Perlindungan Pekerja Lebih Luas
Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci keberhasilan program ini. “Jakarta adalah barometer nasional. Stabilitas sosial harus dijaga bersama,” ucapnya.
Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, dalam keynote speechnya, menekankan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk membutuhkan pendekatan rekonsiliasi yang sistematis.
Ia menyebut Kampung REDAM sebagai program berbasis HAM yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama pencegahan konflik.
“Konflik lahir dari jurang antara harapan dan kenyataan, sebagaimana disampaikan John Galtung. Tugas kita adalah menjembataninya melalui rekonsiliasi,” tegasnya.
Pencanangan ditutup dengan pembunyian Gong Genta Perdamaian Dunia sebagai simbol dimulainya gerakan rekonsiliasi berbasis komunitas, disusul penyerahan piagam penghargaan kepada Lurah Manggarai sebagai pengelola Kampung REDAM pertama di Indonesia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
