Terkini.id, Makassar – Shockbreaker atau suspensi berfungsi untuk meredam kejut atau guncangan saat sepeda motor melintasi jalan tidak rata atau berlubang.
Selain itu, shockbreaker yang baik juga akan memberikan Kestabilan dan kenyamanan saat sepeda motor dikendarai baik dalam kecepatan rendah, tinggi atau saat melewati tikungan.
Seiring usia pakai, kinerja shockbreaker akan menurun atau rusak sehingga kenyamanan berkendara jadi berkurang, terutama saat melintasi jalan yang tidak mulus atau bergelombang.
Sayangnya, gejala kerusakan shockbreaker sering diabaikan sehingga kondisinya akan semakin buruk.
Melansir dari laman Astra Motor disebutkan beberapa tanda yang mungkin menunjukkan bahwa shockbreaker sudah rusak:
-
Guncangan Berlebih
- Honda ST125 Dax Usung Mesin 125cc dan ABS dengan IMU, Bobot Hanya 107 Kg
- 81 Tahun Kejaksaan, Kejari Jeneponto Teguhkan Janji Kembalikan Kepercayaan Publik dengan Humanis
- Dapat Dukungan Penuh IAS, Ismail Aksa Siap Bergerak Pimpin Golkar Sidrap
- Bank Indonesia Sulsel Dukung Kajian IMTI 2026 untuk Memperkuat Pariwisata Ramah Muslim
- Bapemperda DPRD Sulsel Kunjungi PT Vale, Bahas Ranperda Pembagian Keuntungan Tambang
Saat sepeda motor melintasi jalan tidak rata atau berlubang, guncangan yang tidak wajar akan sangat terasa, itu mungkin tanda bahwa kinerja suspensi sudah menurun.
-
Ban Terasa Oleng
Ketika sepeda motor dikendarai dan ban terasa oleng bahkan saat melintasi permukaan jalan yang rata, itu juga tanda shockbreaker harus diganti.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa membahayakan pengendara terlebih saat melewati tikungan.
-
Muncul Suara Aneh
Jika terdengar suara aneh seperti decit atau bletak yang mengganggu, bisa jadi kondisi suspensi sudah rusak.
Suara decit biasanya muncul dari gesekan bushing atau bosh shockbreaker yang kering atau kotor.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
