Keren! Indonesia Bakal Terima Dividen Rp15 T dari Freeport Berkat Jokowi, Netizen: Kadrun Kejang-Kejang

Terkini.id, Jakarta – Kabar baik untuk Indonesia karena mulai tahun depan, kita akan menerima dividen Rp15 triliun dari Freeport.

Banyak yang beranggapan bahwasanya itu semua berkat Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Sebagai informasi, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengungkapkan bahwa PT Freeport Indonesia (PTFI) tahun depan akan membagikan dividen sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp14-15 triliun per tahun kepada pemegang saham Indonesia, yaitu MIND ID.

Baca Juga: Bos Freeport Bongkar Rencana Jokowi yang Ingin Bangun Bank Emas...

Dividen US$ 1 miliar per tahun ini diproyeksikan berlangsung dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Proyeksi pembagian dividen sebesar US$ 1 miliar tersebut bisa tercapai dengan asumsi penambangan dengan pola saat ini, target volume produksi tercapai, dan harga komoditas tambang yang tetap tinggi seperti saat ini.

“Dengan pola penambangan yang saat ini, kalau target-target bisa tercapai dengan harga saat ini, bisa berikan dividen MIND ID US$ 1 miliar satu tahun mulai tahun depan atau sekitar Rp14-15 triliun per tahun,” ungkapnya, dilansir terkini.id Industry.co.id via netralnews dalam keterangannya di program Minning Zone CNBC Indonesia, Jumat kemarin, 24 September 2021.

Menurutnya, dengan kondisi seperti itu, yaitu pola penambangan dan harga yang tinggi, maka diperkirakan Freeport akan mampu memberikan kontribusi ke negara sebesar US$ 45 miliar atau Rp560 triliun selama masa Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) berlaku ke depannya.

“Kontribusi ke negara Rp 560 triliun atau US$ 45 miliar, kira-kira dan tentu saja dengan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) ini pendapatan provinsi dan kabupaten akan naik signifikan dibandingkan masa Kontrak Karya (KK).”

Apalagi, imbuhnya, kabupaten dan Provinsi Papua memiliki kepemilikan saham 10%, yang artinya juga akan memperoleh pendapatan dari dividen yang dibagikan.

“Di samping pajak-pajak daerah, seperti misalnya pajak air permukaan yang tadinya bayar US$ 3 juta, sekarang jadi US$ 15 juta, dan PDB. Ini disepakati di dalam IUPK tersebut.”

Lebih lanjut, ia mengatakan ini akan berdampak sangat signifikan bagi perekonomian nasional.

Ia lantas mencontohkan, untuk Pemerintah Papua, baik provinsi dan kabupaten akan mendapatkan pajak daerah sebesar Rp7-8 triliun per tahun.

“Ini untungkan Pemerintah, bagi PTFI, dan masyarakat,” tandasnya, melansir CNN.

Sepeti diketahui, sebelumnya Presiden Jokowi, dalam hal ini Pemerintah melalui BUMN pertambangan MIND ID telah melakukan pembelian 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) senilai US$ 3,85 miliar atau setara Rp 53,9 triliun (kurs Rp 14.000/US$) di medio 2018 lalu.

Dengan demikian, Pemerintah akan mendapatkan pemasukan atau dividen sebesar US$ 200 juta dari PTFI.

Nah, kabar tersebut pun rupanya disambut hangat oleh banyak netizen di media sosial hingga memberikan beragam opini.

Bahkan, ada dari mereka yang menyinggung para ‘kadrun’ yang akan semakin kejang-kejang mendengarnya.

“Kadrun kian kejang2 mendengar berita yg membuat kepala dan perut mereka seakan2 meledaaaakkkkk,” tanggap akun Dian Novita.

“Mantap Pak Jokowi,” timpal akun MLT.

“Kira2 kaum separatist semakin gencar menyerang gk ya?” tanya akun Wina.

Bagikan