Kerja Fleksibel ASN Makassar Mulai 6 April 2026, Pelayanan Publik Tetap Optimal

Kerja Fleksibel ASN Makassar Mulai 6 April 2026, Pelayanan Publik Tetap Optimal

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan, mengurangi birokrasi manual, serta meningkatkan transparansi dan efisiensi kerja pemerintahan.

“Penerapan WFO, WFA, dan WFH ini bukan sekadar perubahan pola kerja, tetapi bagian dari transformasi birokrasi menuju pemerintahan yang lebih adaptif, efisien, dan berbasis digital,” kata Roem.

Tingkatkan Produktivitas dan Efisiensi

Selain mendorong digitalisasi, sistem kerja fleksibel juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ASN, mengurangi kepadatan lalu lintas, serta menciptakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi pegawai.

Pemerintah Kota Makassar juga akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap kebijakan ini untuk memastikan efektivitas sistem kerja fleksibel serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

“Kami akan melakukan evaluasi berkala. Jika ada kendala di lapangan, akan segera dilakukan penyesuaian. Prinsipnya, pelayanan publik harus tetap optimal dan tidak boleh terganggu,” ujarnya.

Adaptasi Sistem Kerja Pemerintahan Modern

Baca Juga

Penerapan sistem kerja fleksibel ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Makassar mulai beradaptasi dengan sistem kerja pemerintahan modern yang lebih fleksibel, berbasis teknologi, dan berorientasi pada kinerja.

Dengan sistem ini, diharapkan birokrasi menjadi lebih responsif, efisien, dan modern tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan ini akan sangat bergantung pada disiplin ASN, pemanfaatan teknologi digital, serta sistem pengawasan kinerja yang terukur dan berkelanjutan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.