Terkini.id — Jelang pemilihan Ketua DPD I Golkar Sulsel yang akan diselenggarakan pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-X akhir Juli 2020 ini.
Persaingan perebutan dukungan dari pemilik suara kian memanas. Sebab untuk menjadi calon ketua di Musda, kandidat wajib memiliki dukungan minimal 30 persen dari 30 suara di Musda.
Namun dukungan DPD II terhadap kandidat, bisa saja batal jika ketua dan sekretaris DPD II berbeda pilihan dukungan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada sejumlah DPD II Golkar Kabupaten/kota yang mana ketua dan sekretaris berbeda arah dukungan.
Salah satunya, DPD II Jeneponto, dimana Iksan Iskandar (ketua) mendukung kandidat, Supriansa, sedangkan Suharto (Sekretaris) mendukung Hamka B Kady sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulsel di Musda.
- Husniah Talenrang Nonaktifkan 16 Pejabat Termasuk Sekda: Agar Pemerintahan Tertib Sesuai Aturan
- Muncul Narasi Membenturkan Instansi Kemenhut, KPH dan Gakkumhut Tetap Solid Berantas Perambah Hutan
- Menag Nasaruddin Umar Buka Secara Resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Qur'an, Ini Pesannya!
- Bupati Jeneponto Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Ruku-Ruku di Bangkala
- Husniah dan Ombas Pakai Pengacara Yang Sama Saat Berurusan dengan Polda
Hal itu membuat dukungan Golkar Jeneponto terhadap kandidat terancam batal. Bahkan Suharto pun mengakui hal itu.
“Berdasarkan Juklak 02 yang mewajibkan ketua dan sekretaris menandatangani surat dukungan terhadap calon. Kalau salah satunya tidak bertandatangan berarti dukungan tersebut batal,” kata Suharto melalui sambungan telepon, Senin 27 Juli 2020.
Mengenai, Ketua Golkar Jeneponto Iksan Iskandar memberikan dukungan terhadap Supriansa, kata Suharto, dirinya tidak mengetahui siapa yang bertandatangan di surat dukungan tersebut selain ketua.
“Sampai saat ini saya tidak pernah menandatangani surat dukungan untuk Supriansa. Selama pencalonan saya juga tidak pernah berkomunikasi dengan pak ketua. Yang pasti kalau tidak ada tanda tangan sekretaris di surat dukungan tersebut dapat dipaatikan tidak sah,” ujarnya.
Suharto mengaku, lebih mendukung Hamka B Kady sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulsel.
“Sebagai kader Golkar saya bisa melihat senioritasnya, Supriansa itu baru beberapa tahun di Golkar itulah sehingga dia dapat diskresi. Saya melihat yang paling senior disitu pak Hamka B Kady, jadi hampir pasti saya ke situ (Hamka),” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
