Terkini, Jeneponto — Sosok Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Jeneponto, Andriani, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Setelah selama ini dikenal aktif mengawal dan mengangkat prestasi atlet pencak silat Jeneponto di berbagai ajang, kini Andriani resmi naik level sebagai pelatih pencak silat bertaraf internasional.
Capaian tersebut diraih setelah Andriani dinyatakan lolos verifikasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) bersama Pengurus Besar IPSI (PB IPSI) untuk mengikuti Pelatihan Pelatih Internasional Pencak Silat Program PSRTO (Pencak Silat Road to Olympic).
Pelatihan tersebut berlangsung selama tujuh hari, mulai tanggal 1 hingga 7 Desember 2025, bertempat di Tangerang Selatan, Banten. Kegiatan ini diikuti oleh 60 pelatih terpilih dari seluruh Indonesia yang telah melalui tahapan seleksi dan verifikasi ketat.
Ke-60 pelatih yang dinyatakan lulus pelatihan internasional ini nantinya akan dikirim ke berbagai negara untuk melatih pencak silat dalam rangka program Road to Olympic, sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menghadapi Olimpiade.
Namun di balik prestasi membanggakan tersebut, terselip kisah yang cukup memprihatinkan. Andriani diketahui berangkat mengikuti pelatihan bertaraf internasional ini tanpa dukungan dan support dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jeneponto dengan dalih anggaran olahraga minim. Seluruh proses keberangkatan hingga keikutsertaannya dalam pelatihan tersebut dijalani secara mandiri.
- Dinilai Sudutkan Personal, Basri Kajang Polisikan Saksi Sidang Pansus Hak Angket DPRD Gowa
- Polda Sulsel Segera Periksa Bupati Gowa Terkait Laporan Mantan Suami
- Appi Tinjau SPAM Cambaya, Pemkot Makassar Siapkan 13 Titik Baru Hadapi Kemarau
- Dorong Profesionalisme Alumni, IKATSI UNHAS Gelar Kunjungan Proyek ke WIKA Beton
- PT Vale Dorong Hubungan Industrial yang Harmonis-Strategis-Berkeadilan, Siapkan Perundingan PKB ke-22
“Alhamdulillah, saya sudah mengikuti Pelatihan bertaraf internasional, namun saya berangkat tanpa bantuan dari KONI Jeneponto dengan dalih anggaran olahraga yang minim, kami berharap ada perubahan anggran sehingga prestasi olahraga bisa dikembangkan dan di tingkatkan,” kata Andriani kepada Terkini, Senin, 8 Desember 2025.
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat Andriani untuk terus mengharumkan nama Jeneponto dan Sulawesi Selatan di kancah nasional maupun internasional.
Keberhasilannya menembus pelatihan pelatih internasional ini menjadi bukti bahwa dedikasi, kerja keras, dan komitmen terhadap olahraga mampu menembus berbagai keterbatasan.
Andriani diharapkan dapat menjadi jembatan bagi perkembangan pencak silat Jeneponto di masa depan, sekaligus membuka peluang bagi atlet-atlet daerah untuk berkiprah di level dunia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
