Terkini.id, Palopo – Ketua TP PKK Kota Palopo dr. Hj. Utia Sari Judas, M.Kes Mengikuti Workshop Nasional Kabupaten Kota Sehat (KKS) Regional II Tahun 2020 Secara Virtual di Ruang Bappeda, Rabu 9 September 2020.
Dirjen Kesehatan masyarakat Kemenkes RI dr. Kirana Pritasari, MQIH saat membuka acara menyampaikan jika kita tidak memiliki komitmen yang kuat di jajaran Pemerintah yang tidak melibatkan Pemda, masyarakat maka kita akan sulit untuk mengalahkan pandemi Covid-19.
“Kita tidak akan berdamai dengan pandemi, kita akan perang melawannya dan protokol kesehatan adalah kuncinya.
Kita tetap harus menjaga zona daerah masing-masing dan diusahakan untuk berada di zona hijau.
Karena dampak dari pandemi ini dapat kita rasakan tidak hanya masalah kesehatan tapi juga masuk dalam wilayah sosial ekonomi dan mungkin juga akan mempengaruhi tingkat kriminalitas sehingga protokol kesehatan baik itu di tempat kerja, tempat wisata dan tempat ibadah harus dijalankan,” ungkapnya
- Muktamar V Wahdah Islamiyah Akan Kukuhkan 10.000 Guru Al-Qur'an di Masjid Istiqlal
- Emak-Emak dari Lakkang Caddi Bubarkan Aksi PMII di Jalan Urip Sumoharjo Makassar
- Honda Merdeka Hadir di Sulsel, DP Mulai Rp700 Ribuan dan Hemat hingga Rp8 Jutaan
- Antisipasi Kekeringan Berkepanjangan, Bupati Jeneponto Kunjungi BNPB Pusat
- Bumi Pundi Karsa Siap Dukung Program 3 Juta Rumah di Kaltara, Sambut Ajakan Investasi Gubernur
“Menjadi komitmen global pada tahun 2015 pada waktu itu kita tidak memikirkan mempertimbangkan kemungkinan adanya pandemi besar seperti covid-19.
Karena pada waktu itu kita sudah mengalami kasus flu burung tapi jumlahnya tidak sebesar kasus sekarang ini dimana banyak negara yang terpapar dan mempengaruhi beberapa sektor.
Tujuan dari pembangunan berkelanjutan yang kita lihat bukan hanya dari sektor kesehatan karena tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan umat manusia sehingga dukungan dari seluruh sektor untuk bisa mencapai komitmen tingkat global dan juga di tingkat nasional yang sudah tercantum dalam RPJMN 2020-2024 harus diupayakan,” terangnya.
Kabupaten/kota, menurut dia, menjadi tumpuan sehingga kabupaten/kota harus memikirkan bagaimana meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang dapat berkoordinasi dengan Pemprov Sulsel.
Indeks pembangunan manusia di Indonesia kata dia, terus meningkat dan saat ini sudah mencapai 71,92 persen.
“Kabupaten/kota sehat menjadi sarana untuk meningkatkan Indeks pembangunan manusia walaupun masih ada beberapa daerah yang tingkat Indeks pembangunan manusia sedang dan juga ada yang rendah,” ujarnya
Dia pun berharap dengan komitmen bersama, kolaborasi dan sinergi untuk mempererat forum kerjasama kota sehat yang melibatkan berbagai sektor.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
