Kisah Heroik Ibu Selamatkan Bayinya Saat Gempa Guncang Sulbar

Terkini.id, Sulbar – Salah satu warga bernama Reskianti (21) warga asal jalan Tuna/ Andi Dae kelurahan Binanga Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat yang kini mengungsi di Posko Stadion Manakarra menceritakan kisah heroik saat menyelamatkan keluarganya.

Rekianti menceritakan bagaimana perjuangannya bisa selamat bersama dengan dua anaknya dari guncangan dahsyat gempa 6,2 Magnitudo di Sulawesi Barat pada Jumat 15 Januari 2021 lalu.

Kejadian yang terjadi pada pukul 02:30 WITA itu, menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan bagi Reskianti. Betapa tidak, rumahnya hancur berkeping-keping dan sudah tidak layak digunakan lagi.

Reskianti saat terjadi gempa di Sulbar tengah tertidur bersama dengan dua anaknya. Anak pertama tertidur di kasur dan anak keduanya yang masih berusia satu bulan itu tertidur dalam ayunan.

Mungkin Anda menyukai ini:

Ia mengaku saat kejadian, dirinya sangat kaget karena terjadi guncangan dahsyat. Beberapa bagian rumahnya retak, suaranya gemuruh. Saat itu ia berusaha keluar dari rumahnya.

Baca Juga: Gempa M 5,5 Guncang Toli-Toli, Sulawesi Tengah

“Saya tertidur. Saat itu lemari terjatuh. Saya langsung mengambil anakku yang kedua sementara bayiku tertidur di dalam ayunan. Saya sudah selamatkan yang pertama kemudian saya mengambil anakku yang bayi dan langsung lari menyelamatkan diri,”kisahnya.

Ia juga mengatakan saat kejadian sedang hujan. Ia berjakan kaki sambil menggendong bayinya menuju ketinggian. 

“Saya dan anak-anak menyelematkan diri. Saat itu hujan,”singkatnya.

Baca Juga: Breaking News: Gempa 4.7 M Guncang Sumbawa NTB

Ia juga mengaku saat bencana, suaminya sedang melaut untuk cari ikan. 

“Tidak adaki suamiku waktu bencana. Pergiki cari ikan di laut. Kebetulan suamiku nelayan. Dia baru datang hari Sabtu kemarin,”terangnya kepada terkini.id, saat ditemui di tendanya di Stadion Manakarra.

Ceritanya tidak berhenti sampai di situ. Saat kejadian ia dan anak-anaknya hanya memakai pakaian di badan saja. Ia sempat menyelamatkan ayunan bayinya. Saat ini, bayi Raisa yang berusia satu bulan itu di ayung di tenda pengungsian.

Terakhir, kini Reskianti bersama keluarganya berharap bantuan dari pemerintah maupun dermawan lainnya. 

“Kami butuh pakaian bayi, obat-obatan, pampers, susu. Rumahku juga hancur kasihan, sudah tidak bisa dipakai lagi,”ujar dia sambil memperlihatkan beberapa video dan gambar rumahnya.

Kini Reskianti bersama bayi Raisa dan anak serta suaminya sudah bersama dengan beberapa anggota keluarganya yang lain dalam satu tenda seadanya.

Bagikan