KJRI Jeddah Bekali WNI Soal Pentingnya Hidup  Sehat dan Aman dari Penyakit

KJRI Jeddah Bekali WNI Soal Pentingnya Hidup Sehat dan Aman dari Penyakit

Terkini.id, Jeddah – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah memberikan pembekalan kepada jajaran pegawai dan relawan dari unsur masyarakat yang biasa menangani Warga Negara Indonesia (WNI) pengidap penyakit berat.

Pembekalan yang diselenggarakan Rabu, 28 Agustus 2019, di Aula Gedung Pelayanan Terpadu KJRI dihadiri sebanyak 60 peserta.

Materi pembekalan disampaikan oleh dr. Novita, Sp. PD dari Tim Kesehatan Haji, yang mengupas seputar berbagai jenis penyakit, mengenali gejalanya, faktor pencetus dan pengobatannya serta tindakan pencegahannya.

Mewakili Konsul Jenderal RI Jeddah, Safaat Ghofur selaku Pelaksana Funsi Konsuler-1 yang merangkap Koordinator Pelayanan dan Pelindungan Warga (Yanlin),  menyampaikan pembekalan ini penting untuk dilakukan mengingat staf KJRI Jeddah bersama relawan WNI kerap berinteraksi dengan sesama WNI penderita berbagai penyakit berat dalam rangka memberikan bantuan.

“Bagaimana kita menghadapi penderita menyakit menular dan apa saja peralatan yang diperlukan agar kita tetap bisa melaksanakan tugas kita membantu para WNI yang menderita penyakit tersebut. Tapi kita tidak boleh melupakan aspek keselamatan diri kita sendiri,” ucap Safaat dalam sambutannya.

Dalam pemparannya, dr. Novita menjelaskan jenis penyakit menular seperti tuberkulosis paru dan HIV dan penyakit tidak menular seperti diabetes, stroke, jantung dan gangguan ginjal.

Anggota Tim Kesehatan haji asal Parepare Sulawesi Selatan ini juga menjelaskan gejala-gejala penyakit, penyebab/faktor resiko dan pengobatannya.

“Tapi kita di sini bukan lagi berbicara tentang masalah pengobatanya, tapi bagaimana pencegahannya,” ujar spesialias penyakit dalam  yang saat ini bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau, Parepare.

Di sela-sela pemaparannya, dokter lulusan kedoktersan Universitas Hasanuddin ini berbagi kiat  agar tidak tertulari penyakit dari si penderita atau pasien yang dibantu. Dia menjelaskan  cara mengenakan masker yang benar, sarung tangan sebagai pelindung dan cara menggunakan cairan antiseptik.

Pertanyaan dari para peserta yang hadir bermunculan saat sesi tanya jawab dibuka. Pasalnya, mayoritas peserta adalah petugas dan relawan yang kerap berurusan dengan para pasien yang menderita penyakit berat dan berbahaya.

“Saya beberapa kali memeriksa mayat di kamar jenazah yang disimpan hingga dua bulan lamanya karena berbagai sebab. Kami memandikan jenazah tersebut dan ikut menempatkan dia di liang lahat dengan kain kafan yang basah. Apakah air yang menetes ke tubuh dan baju saya itu berbahaya, karena saya tidak pakai masker dan sarung tangan,” tanya Haris Agung Syarif, staf KJRI yang biasanya melayani WNI overstayer di Pusat Detensi Imigrasi Arab Saudi (Tarhil).

Sepanjang periode Januari hingga Agustus 2019, KJRI Jeddah telah membantu menerbitkan surat izin pemakaman bagi sebanyak 565 jenazah WNI, sebagian di antara proses pemakamannya dilakukan secara mandiri oleh Tim Yanlin KJRI Jeddah. Selain itu, KJRI Jeddah menangani WNI yang menderita berbagai penyakit berat, baik yang menular dan tidak menular.

Komentar

Rekomendasi

Beri Pesangon Hingga 70 Kali Gaji, Ini Alasan Indosat PHK Ratusan Karyawannya

Rumah Ayah Najwa Shihab Dibobol Maling, Puluhan Juta Rupiah Raib

Tak Terima Anaknya Dihukum, Orang Tua Siswa Paksa Guru Merangkak Depan Murid

Dapat Pesangon 70 Kali Gaji, Segini Uang yang Diterima Karyawan Indosat Kena PHK

Kesal Tak Dipinjami Uang, Pria Ini Bunuh dan Rusak Kemaluan Ibu Mertua

Ratusan Karyawan Indosat yang Kena PHK Dapat Pesangon 70 Kali Gaji

Umrah dan Virus Corona, Menag: Keselamatan Jemaah Hal Utama

Polrestabes Makassar Bongkar Sindikat Pengedar Tembakau Sintetis

Bupati Gowa Imbau Warga dan ASN Segera Lakukan Pengisian Sensus Penduduk Online

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar