KKB Kembali Berulah, Rocky Gerung: Ada Bagian dari Batin Orang Papua yang Terus Merasa ada Ketidakadilan

KKB Kembali Berulah, Rocky Gerung: Ada Bagian dari Batin Orang Papua yang Terus Merasa ada Ketidakadilan

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pengamat Politik Indonesia, Rocky Gerung turut menanggapi kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang menewaskan seorang warga sipil usai kontak senjata dengan pihak kepolisian dalam hal ini, dia menilai bahwa dalam batin orang Papua terus merasa ada ketidakadilan.

Rocky Gerung menyampaikan jika Papua mendapat sorotan lebih banyak karena tingkat kekerasan dan eskalasi yang seolah-olah terakumulasi di masa-masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, disamping menyebut Papua punya lebih banyak sorotan di masa kepemiminan Presiden Jokowi, Rocky Gerung juga menyampaikan jika ada upaya untuk memakmurkan Papua dengan seringnya Presiden Jokowi melakukan kunjungan.

Dalam pembahasannya dengan Jurnalis senior, Hersubeno Arief yang membahas mengenai serangan KKB Papua, Rocky Gerung menyebut ada kelonggaran fokus yang menyebabkan sesuatu yang besar meledak dan kurang memperhatikan mengenai aspirasi ideologis.

“Ya Papua dapat sorotan lebih banyak sebetulnya karena tingkat kekerasan dan esklasinya itu seolah-olah terakumulasi di tahun-tahun kepemimpinan Pak Jokowi. Itu sorotan internasional juga terus bertambah”, kata Rocky Gerung seperti dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Jumat 16 Desember 2022.

KKB Kembali Berulah, Rocky Gerung: Ada Bagian dari Batin Orang Papua yang Terus Merasa ada Ketidakadilan

“Jadi kalau kita bayangkan bahwa Presiden Jokowi sudah berkali-kali melakukan kunjungan ke Papua, itu menunjukkan ada upaya untuk memakmurkan Papua melalui dana-dana khusus itu atau bahkan dana BNPT”, sambungnya.

Disamping itu, dia mengatakan ada satu hal yang kurang diperhatikan sehingga menyebabkan ketegangan di Papua sulit dihentikan hanya dengan pemekaran wilayah.

Hal ini juga yang menjadi penyebab munculnya dalam mental dan batin orang Papua yang terus merasa adanya ketidakadilan di tanah Papua.

“Tetapi yang kurang diperhatikan yang disebut aspirasi ideologis dan itu yang menyebabkan ketegangan di Papua itu susah dihentikan hanya dengan misalnya menambah provinsi atau menaikkan anggaran-anggaran otonomi khusus. Ada bagian dalam mental dalam batin orang Papua yang terus merasa bahwa ada ketidakadilan” ujarnya.

Akademisi ini mengatakan jika hal-hal yang dia sebutkan kurang diperhatikan oleh pemerintah pusat di Jakarta yang hanya fokus pada perpanjangan masa jabatan presiden yang berdampak pada kecemasan dan harapan yang putus dari daerah-daerah konflik.

“Jadi terlihat bahwa ada kecemasan, ada harapan yang putus nah semua itu kurang mampu dipahami oleh kekuasaan di Jakarta yang hiruk pikuk dengan perpanjangan masa jabatan presiden”, kata Rocky Gerung.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.