Terkini, Lutim — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memberikan klarifikasi atas beredarnya video viral yang menampilkan dugaan pengisian BBM jenis solar subsidi secara tidak wajar di SPBU Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Bersama aparat kepolisian setempat, Pertamina telah melakukan penelusuran awal dengan memanggil pengelola SPBU serta memeriksa data transaksi dan rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel, Mohammad Yoga Prabowo, menyampaikan bahwa hasil verifikasi awal menunjukkan nilai transaksi berada pada kisaran Rp500 ribuan, bukan Rp5 juta seperti yang beredar dalam narasi di media sosial.
“Pengecekan awal melalui data transaksi dan CCTV menunjukkan nilai pengisian berada pada kisaran Rp500 ribuan. Klarifikasi juga telah dilakukan bersama pihak SPBU dan kepolisian,” ujarnya.
Namun demikian, Pertamina menemukan adanya indikasi ketidaksesuaian antara nilai transaksi dengan kapasitas tangki kendaraan yang terlihat dalam video. Secara teknis, kapasitas tangki kendaraan tersebut diperkirakan maksimal sekitar 55 liter.
- Pemkot Makassar Bentuk Tim ATS, Jemput Anak Putus Sekolah Kembali Belajar
- Di Balik Sekop Sang Komandan, Mengukir Jalan Kesejahteraan untuk Rakyat di Jeneponto
- Mubes IKA Unhas Berakhir Riang Gembira, MRR : Berlangsung Tertib Tidak Ada Ricuh, Terima Kasih Semuanya
- TP PKK Sulsel Gelar Rakor, Bahas Program Pokok dan Persiapan Agenda Nasional 2026
- Bupati Sidrap: MRS Celebes Series Jadi Ajang Lahirkan Pembalap Nasional hingga Internasional
Menurut Yoga, temuan tersebut menjadi dasar dilakukannya investigasi lanjutan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi.
“Apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM subsidi, Pertamina akan menjatuhkan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengawasan distribusi energi.
“Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam menyampaikan informasi di lapangan. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti melalui proses verifikasi dan investigasi,” ujarnya.
Pertamina juga memastikan bahwa stok BBM di wilayah Sulawesi Selatan dalam kondisi aman dan mencukupi. Penyaluran energi, lanjutnya, tetap berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Sebagai bagian dari penguatan pengawasan, Pertamina terus mengoptimalkan sistem digital serta pengawasan lapangan, termasuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan terkait.
Masyarakat diimbau untuk menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukannya. Jika menemukan indikasi pelanggaran atau kendala layanan, masyarakat dapat melaporkan melalui Pertamina Call Center (PCC) 135 sebagai saluran resmi pengaduan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
