“Ya ada tiga dusun, dua dusun lain yang kita lakukan tracing hasilnya ada yang positif juga. Di antaranya di Dusun Ringintelu, dan Dusun Ringinmulyo,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, muncul klaster tarawih di Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo berawal dari seorang warga yang juga takmir musala setempat meninggal terkonfirmasi positif COVID-19.
“Setelah dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan meninggal dan terkonfirmasi positif Covid-19,” kata dr. Widji Lestariono.
Hingga saat ini, Satuan Tugas Covid-19 telah melakukan tracing 300 warga. Hasilnya, sebanyak 53 orang dinyatakan positif.
“Dari sejumlah warga yang positif itu sejauh ini ada 6 orang meninggal dunia,” pungkasnya. (suaracom).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
