Terkini, Soppeng – Bupati Soppeng, H. A. Kaswadi Razak, kembali menegaskan komitmennya dalam penanganan inflasi melalui program pengembangan hortikultura di Kabupaten Soppeng.
Hal ini dibuktikan dengan panen demplot cabe merah di Wae Suru, Desa Mattabulu, Senin (21/10/2023). Panen ini merupakan panen kedua setelah sebelumnya dilakukan panen perdana di Medde, Desa Patampanua.
Lokasi demplot di Wae Suru, dengan topografi ketinggian sekitar 1.000 mdpl, menjadi bukti nyata bahwa potensi pengembangan hortikultura, baik sayur maupun buah, di Kabupaten Soppeng sangat besar, baik di dataran tinggi maupun rendah.
“Peluang ini harus kita manfaatkan melalui sinergitas dan kolaborasi antara aparat desa, penyuluh pertanian, Babinsa/Babinkantibmas, dan masyarakat petani itu sendiri,” tegas Bupati Soppeng.
Bupati Soppeng juga menekankan bahwa komoditi cabe, baik besar maupun kecil, mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran tinggi.
- Pesantren Madani Parmusi Dibangun di Tombolo Pao, Kemenag Gowa Pastikan Pendampingan Legalitas
- 32 Negara Resmi Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026, Berikut Jadwalnya
- Lukman B Kady Serap Aspirasi Warga Bontoala Saat Pengawasan APBD 2026
- Selain Dinas Perkimtan Gowa, Polisi Juga Usut Dugaan Korupsi Rehabilitasi Masjid Agung Syekh Yusuf
- Besok, DPRD Gowa Hadirkan Tiga Pakar Hukum Unhas untuk Menguji Objek Hak Angket
“Tidak kalah dengan dataran menengah dan rendah, dengan usaha kerja keras dan pengamatan/pemeliharaan yang intensif,” tambah Bupati Soppeng.
Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan (DTPHPKP) Soppeng, menyampaikan bahwa pengembangan demplot cabe besar di dataran tinggi memang penuh tantangan.
“Iklim yang tidak menentu dan kelembaban yang cukup tinggi dibandingkan dataran rendah, mengharuskan kita menerapkan teknis budidaya yang sangat intensif,” jelasnya.
“Mulai dari menentukan varietas yang tahan terhadap hama dan fungi serta mampu beradaptasi dengan kelembaban dataran tinggi, pengamatan setiap hari menjadi kewajiban mutlak bagi petani dan penyuluh,” tambah Plt. Kadis DTPHPKP.
Diharapkan, panen cabe ini dapat menggerakkan perputaran roda perekonomian di pelosok desa dan menjaga laju inflasi tetap stabil, khususnya untuk komoditi pemicu inflasi seperti cabe.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
