Bahkan, menjadi salah satu opsi mata pencaharian alternatif di lingkup Kecamatan Towuti secara umum, dan Desa Matompi secara khusus.
Pada program ini, kami memberdayakan kelompok pemuda (termasuk penyandang disabilitas) di lingkup Kecamatan Towuti secara umum, dan desa matompi secara khusus,”tuturnya.
Pilar ekonomi lainnya, yakni Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui Penerapan Inovasi/Teknologi Tepat Guna Kepada Masyarakat melalui Penanganan Hama Terpadu Introduksi Alat Teknologi Tepat Guna (TTG) Empos Tikus.
Dia menjelaskan, pada *pilar lingkungan, Perseroan melakukan upaya konservasi ekosistem laut dan pesisir yang berkelanjutan dengan melakukan perlindungan, pelestarian, pemeliharaan dan pemanfaatan fungsi Lingkungan Laut berupa Restoration and Conservation Marine Environment Malili Project.
*Pilar Lingkungan* lainnya berupa konservasi darat berbasis masyarakat. Pada program ini perseroan membantu masyarakat di Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda untuk *memanfaatkan lahan kritis agar lebih bermanfaat*.
- Di Business Forum IGS 2026, Wali Kota Makassar Akan Tawarkan Peluang Investasi Strategis
- Bedah Buku Ajoeba Wartabone Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Tokoh Bangsa dari Indonesia Timur
- Welcome Dinner IGS 2026 di Fort Rotterdam, Wali Kota Munafri Ajak Delegasi 28 Negara Mengenal Potensi Makassar
- Munafri Arifuddin: Makassar Siap Jadi Gerbang Kerja Sama Internasional Kawasan Timur Indonesia
- Wakil Gubernur Dukung Perluasan Program RISE untuk Perkuat Sanitasi Berkelanjutan di Sulsel
Dimana masyarakat didampingi untuk melakukan pengembangan Kawasan Agrowisata Pondata dengan memanfaatkan penanaman buah nanas.
“Perseroan mengembangkan Kawasan Agrowisata Kec. Wasuponda yang sebelumnya lahan tidur mencapai 10 hektar, kemudian dimanfaatkan untuk membudidayakan nanas dengan membuat pengolah produk turunan nanas di Desa Tabarano,” jelasnya.
Nanas dipilih sebagai komoditas utama karena nanas telah menjadi ikon dari Kecamatan Wasuponda, dimana kata nama Wasuponda berasal dari bahasa dearal lokal yaitu Wasu yang berarti batu dan Ponda yang berarti Nanas yang kemudian Wasuponda diartikan oleh masyarakat di Kecamatan wasuponda adalah “Nanas yang tumbuh di atas batu.
“Mudah-mudahan program yang dijalankan saat ini dapat terus berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan mereka semakin bisa meningkatkan inovasinya pada masa-masa mendatang,” harapnya.
Penerima manfaat program Kepala Desa Tabarano, Rimal Manukallo menyampaikan rasa terima kasih pada PT Vale atas dukungan program pengembangan Kawasan agrowisata di wilayahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
