Masuk

Komnas HAM Selidiki Kematian Ustadz Maaher, Ferdinand: Saya Dukung Biar Kadrun Tampar Muka Sendiri

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Mantan kader Demokrat, Ferdinand Hutahaean mendukung langkah Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM yang turut menyelidiki kematian Ustadz Maaher alias Soni Ernata.

Ferdinand lewat cuitannya di Twitter, Selasa 9 Februari 2021, mengaku senang dan mendukung penyelidikan Komnas HAM terkait meninggalnya Ustadz Maaher tersebut.

“Saya senang dan dukung bila KomnasHAM ingin melakukan penyelidikan terhadap kematian Maher di tahanan,” cuit Ferdinand Hutahaean menandai Twitter resmi Komnas HAM.

Baca Juga: Sindir Anies Tak Miliki Kemampuan Berkarya Nyata, Ferdinand Hutahaean: Kasihan Jakarta 5 Tahun Tak Menghasilkan Apa Apa

Namun, ia beranggapan jika nantinya Komnas HAM melakukan penyelidikan maka mereka harus mengumumkan penyakit yang diderita Ustadz Maaher sehingga mengakibatkan pendakwah tersebut meninggal dunia.

Hal itu, kata Ferdinand, agar publik tahu kebenaran terkait kematian Maaher dan para kadrun merasa tertampar.

“Tapi pesanku, sebaiknya nanti Komnas umumkan penyakit apa yang diderita Maher, biar publik tau kebenaran dan qadrun tampar muka sendiri,” kata Ferdinand Hutahaean.

Baca Juga: Surya Paloh Sarankan Prabowo Tak Maju Pilpres 2024, Ferdinand Hutahaean: Tak Perlu Halangi yang Lain Demi Ambisi Politik

Diketahui, Komnas HAM turut menyelidiki kematian Soni Eranata alias Ustadz Maaher At-Thuwailibi di rumah tahanan Mabes Polri pada Senin 8 Februari 2021 kemarin.

“Kami akan meminta keterangan kepolisian. Kenapa penyebab kematiannya,” ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam kepada wartawan.

Ustadz Maaher sendiri diketahui merupakan tersangka kasus ujaran kebencian. Polisi menyatakan Maaher tewas setelah sempat sakit dan dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Anam mengatakan Komnas HAM akan sesegera mungkin melakukan penyelidikan terkait kematian almarhum.

Baca Juga: Bandingkan Roy Suryo dengan Ferdinand, Rudi Valinka: Dia Dipenjara Walau Sudah Hapus Cuitan dan Minta Maaf

Selama ini, kata Anam, Komnas HAM selalu memberi perhatian khusus pada kasus-kasus tahanan yang meninggal di dalam rutan, tak terkecuali kematian Ustadz Maaher.

“Meninggal di tahanan perlu informasi yang dalam. Walau polisi telah mengatakan dia meninggal sakit, penting untuk diketahui sakitnya apa, dan bagaimana sakit itu berlangsung di rutan dan sampai meninggal,” ujarnya.