Terkini.id — Ratusan komunitas dan organisasi pengemudi daring (driver online) roda empat bersepakat untuk mematikan Aplikasi Grab dan Gojek, 28 Oktober 2020.
Ketua Aliansi Driver Online Individu Makassar, Mujahidin Malik atau yang akrab disapa Moja mengatakan, aksi tersebut akan dilakukan para pengemudi daring roda empat di seluruh Indonesia.
Para pengemudi melakukan hal tersebut sebagai bentuk kekecewaan kepada para penyedia Aplikasi baik Grab dan Gojek.
Moja meminta kepada pihak penyedia Aplikasi, tidak serta melakukan suspend sepihak, suspend harus sesuai yang tertuang dalam Peraturan Menteri (PM) 118 dan tidak melakukan politik adu domba sesama pengemudi daring.
“Penyedia aplikasi harus menjunjung tinggi demokrasi yang ada di indonesia, penyampaian pendapat telah diatur dalam UUD 1945, setiap warga negara bebas menyampaikan pendapat, jadi kami minta kepada aplikator jangan memutuskan mitra ketika menyampaikan aspirasi dengan tuduhan provokasi,” ujar Moja, Selasa 27 Oktober 2020.
- BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Makassar Berjasa, 81 Ribu Pekerja Rentan Telah Terlindungi
- Magnet Haul ke-20 Puang Ramma: Ribuan Peziarah Siap Ramaikan Baji Bicara dan Tambua
- Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja di Makassar
- PT Semen Tonasa Raih Juara 1 Penghargaan EBTKE 2026, Komitmen Efisiensi dan Keberlanjutan
- Adira Finance Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Hadirkan #TerimaKasihSahabat di Sulsel
“Kami meminta seluruh aplikator yang ada di Indonesia kiranya mengikuti aturan pemerintah, karena ini negara hukum pelaku usaha dan pekerja harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” tambahnya.
Moja juga serukan kepada seluruh pengemudi daring baik roda dua maupun empat yang mendukung aksi tersebut untuk tidak terpancing atas video penolakan mogok massal matika aplikasi.
“Dari teman-teman R2, aksi ini harus berjalan dengan cara damai dan kami meminta kepada rekan rekan yang mendukung perjuang ini untuk tidak melakukan order fiktif kepada rekan rekan driver yang bekerja,” ungkapnya.
Jubir Koalisi Driver Online Sulawesi Selatan, Abdul Muthalib menambahkan, melalui gerakan Off Bid Nasional yang akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 28 Oktober 2020 oleh Gertak (Gerakan Revolusi Serentak) yang dimotori oleh beberapa organisasi mitra transportasi daring.
Gerakan tersebut bertujuan meminta kepada pemerintah untuk bersikap tegas dan menindak pengusaha aplikasi nakal.
“Bahwa tindakan pengusaha aplikasi selama ini semena-mena dan merugikan mitra. Mitra tidak mendapatkan jaminan kerja meskipun telah memenuhi segala syarat yang ada. Selain itu pihak aplikator dalam mengamankan kebijakannya memainkan politik adu domba sesama mitra yang berpotensi menciptakan konflik horizontal,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Patriot, Wendra mengungkapkan, aksi tersebut adalah langkah permulaan dan akan disusul dengan gerakan demo besar-Besaran pada tanggal 10 November 2020 jika apa yang dituntut tidak dipenuhi.
“Gerakan ini adalah peringatan untuk aplikator nakal agar segera mematuhi regulasi dengan merevisi total perjanjian kemitraan yang ada saat ini. Inshaallah gerakan ini akan dilakukan dengan damai. Kami hanya menghimbau kawan-kawan untuk mematikan aplikasi driver Gocar dan Grab mereka dalam kurung waktu yang telah disepakati bersama,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
