Korea Utara Tangkap 3 Warga Fans Kpop: Mereka Berperilaku Anti-Sosialis

Korea Utara Tangkap 3 Warga Fans Kpop: Mereka Berperilaku Anti-Sosialis

Sukma A

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Korea Utara menegaskan bahwa akan menindak secara tegas bagi warganya yang berperilaku menyimpang dari ideologi negara.

Terlebih bagi mereka yang mengonsumsi atau berperilaku layaknya orang-orang Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang.

Melansir dari Hops, pihak Korea Utara mengatakan bahwa warga yang berperilaku demikian harus bersiap dengan ancaman hukuman mati. Serta paling ringan adalah mendekam dipenjara selama 15 Tahun.

Seperti yang terjadi pada tiga remaja asal Korea Utara beberapa waktu lalu.

Ketiga remaja ini ditangkap karena mendengarkan musik asal Korea Selatan dan berpenampilan layaknya orang Korea Selatan.

“Kementerian Jaminan Sosial menangkap tiga siswa sekolah menengah berusia 14 tahun yang tinggal di wilayah Kujang karena perilaku anti-sosialis,” seperti yang tertulis dalam laporan Daily NK.

“Para siswa diduga telah memotong rambut mereka seperti remaja Korea Selatan dan menyanyikan lagu-lagu Korea Selatan,” lanjutnya, dikutip dari Hops oleh terkini.id, Senin 14 Juni 2021.

Kementerian Jaminan Sosial pun mengatakan bahwa pihaknya langsung mengirimkan ketiga remaja tersebut ke pihak berwenang.

Hal itu dilakukan agar supaya ketiga remaja tersebut mendapatkan pendidikan kembali soal idelogi dan perilaku yang patuh kepada negara.

“Setelah pemeriksaan pendahuluan pada awal April, pihak berwenang mengirim para remaja ke kamp kerja paksa untuk pendidikan ulang,” pungkasnya.

Dengan adanya penangkapan ini, pihak Korea Utara menekan bahwa jika pengaruh K-pop ini dibiarkan maka akan membuat Korea Utara “hancur seperti tembok yang lembab”. 

Apabila pihak pemerintah Korea Utara mendapatkan oknum yang berani yang menyeludupkan konten Korea Selatan ke negaranya akan diancam dengan hukuman yang lebih berat, 20 tahun dipenjara hingga hukuman mati.

Sebelumnya, beredar pengakuan seorang pembelot dari Korea Utara, yang membuka jaringan untuk menyelundupkan lagu-lagu K-pop masuk ke Korea Utara.

“Anak-anak muda Korea Utara berfikir mereka tidak punya utang apapun ke Kim Jong Un. Dia (Kim) harus menegaskan lagi kendali ideologinya pada anak-anak muda Korea Utara jika dia tidak mau kehilangan pondasi masa depan dinasti keluarganya,” kata sosok tersebut seperti yang diberitakan oleh Tempo.

Pengakuan sosok tersebut kemudian menjadi sorotan publik tak hanya di Indonesia, tapi juga warga dunia.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.