Kriteria Kepemimpinan

MENCARI Dirut perusahaan bagi pemegang saham tidak mudah. Jauh lebih mudah mendirikan perusahaan.

Ada teman saya berambisi ingin mendirikan proyek. Setelah semua studi dilakukan dan hasilnya memuaskan sebagai bisnis yang menguntungkan.

Dia butuh 3 tahun untuk melaksanakan ambisinya itu. Mengapa ? karena menemukan Dirut yang cocok untuk memimpin perusahaan yang akan mengeloa proyek itu tidak mudah.

Mungkin anda bertanya, kok sulit sekali dapatkan direksi. Kan banyak lulusan universitas dan orang berpengalaman sebagai dirut yang tersedia di pasar. Ambil saja salah satu mereka itu.

Kalau kriteria pemimpin itu harus lulusan Universitas terbaik dan pengalaman, faktanya banyak orang pintar lulusan unversitas terbaik, justru mereka dibalik bangkrutnya Enron, Lehman Bro, Nokia, Blackberry. Henry M. Paulson, banker terbaik di Goldman, namun dibawah kepempinannya, US Treasury gagal mengelola makro ekonomi sehingga Wallstreet tumbang.

Artinya kriteria pemimpin yang baik itu tidak hanya karena pendidikannya, pengalamannya, tetapi ada kriteria lain.

Umumnya investor yang berpengalaman perlu waktu menentukan pilihan dan sangat hati hati. Salah pilih dirut, ambisi amblas.

Dalam ilmu manajemen ada empat unsur fungsi management. Pertama adalah perencanaan. Kedua, pengorganisasian. Ketiga, pelaksanaan. Keempat, adalah pengawasan dan pengendalian.
Setiap pemimpin di level manapun dalam organisasi harus punya kemampuan melaksanakan keempat fungsi management itu. Salah satu fungsi lemah, maka sistem akan hancur dan goal pasti tidak akan tercapai.

Banyak pemimpin yang hebat membuat rencana. Namun lemah, mengoranisir rencana itu. Akibatnya tujuan tidak tercapai.

Ada yang jago mengoransir tetapi tidak paham melaksanakannya. Gampang terjebak dengan budaya ABS. Tujuan tidak tercapai.

Ada yang sangat ahli membuat rencana, piawai mengorganisir, jago melaksanakan tapi lemah dalam hal pengawasan dan pengendalian. Hasilnya, dia mudah terjebak dalam manajemen ilusi dan menjadi korban konspirasi penjarahan secara sistem. Goal pasti tidak tercapai.

Makanya jadi pemimpin itu tidak mudah. Dia tidak hanya dituntut pengetahuan yang mumpuni tetapi juga punya kemampuan skill tekhnis yang kuat untuk melaksanakan semua fungsi menagement itu. Dan itu seni. Anies tidak punya itu dan Ahok jagonya soal itu, apalagi Jokowi.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Pengusaha Terseret

ACARANYA makan siang. Dengan delapan pengusaha besar di Jakarta. Hanya makan siang. Masakan Italia. Di Shangri-La Hotel.Saya memanfaatkannya untuk survei kecil-kecilan. Saya tanya mereka
Opini

Bangga Claudia

WARTAWAN Radar Cirebon saya minta ke Grage City Mall. Ke lantai 2. Di situ ada gerai cepat saji. Namanya sangat masa kini: Pota Friend."Tutup
Opini

Produksi Garam Jeneponto Semakin Merosot

GARAM merupakan bumbu masak yang paling sering digunakan oleh ibu rumah tangga. Tidak lengkap rasanya jika suatu masakan tidak ditambahkan garam. Berbicara mengenai garam,
Opini

Putusan Ayodhya

Satu masjid.Ribuan orang tewas.Entah masih akan berapa ribu lagi.Tergantung apa yang akan terjadi berikutnya. Setelah ada putusan mahkamah agung Sabtu kemarin.Ini bukan sembarang masjid:
Opini

Ibu Kota Sepaku

SAYA ke ibu kota Indonesia. Sabtu kemarin. Setelah acara wisuda di Universitas Mulia Balikpapan.Ke sebelah mananya?Ke pinggirnya.Belum bisa ke tengahnya? Belum ada jalan ke
Opini

Ikut Ribut Tentang Cadar dan Cingkrang

WACANA melarang ASN memakai celana cingkrang dan cadar, menjadi bola panas. Sepekan sudah masalah ini jadi polemik. Berkepanjangan, digoreng sana-sini, dikomentari ragam kalangan.Padahal, aturan
Opini

Anies Baswedan dan Partai Nasdem

ANIES mengatakan bahwa dia hadir di Kongres Nasdem karena posisinya sebagai Gubernur DKI. Yang kebetulan kongres diadakan di Jakarta, maka wajarlah dia hadir. Saya sudah
Opini

Promosi dan Demosi Jabatan

MELIHAT praktik penyelenggaraan pemerintahan khususnya pemerintahan daerah, sepertinya pembinaan dan pengembangan karir dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yakni; pegawai negeri sipil atau PNS oleh
Opini

Garis Pendek, Garis Panjang

SUATU hari filsuf agung Ariestoteles masuk ke dalam kelas dan memberikan sebuah tantangan kepada murud-muridnya. Ia menggambar sebuah garis lurus di papan tulis, kemudian
Opini

Tentang Kasus Penyiraman Air Keras

BELAKANGAN ini terutama beberapa hari ini banyak sekali beredar opini seputar kasus Novel Baswedan (NB).Saya tidak mau menanggapinya. Karena itu pendapat dari para influencer.