Terkini, Makassar — Bank Sulselbar terus memperkuat komitmennya dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya dalam perencanaan ibadah haji sejak dini.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Gema Haji Sidrap 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan yang digelar di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap ini merupakan bagian dari program edukasi nasional BPKH yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan dana haji, mekanisme pendaftaran, serta pentingnya kesiapan finansial sebagai bagian dari istitha’ah dalam berhaji.
Gema Haji Sidrap dikemas dalam bentuk sosialisasi dan sharing session dengan menghadirkan narasumber dari BPKH, perbankan syariah, serta para pemangku kepentingan.
Materi yang disampaikan mencakup sistem pengelolaan keuangan haji yang transparan dan diawasi negara, alur pendaftaran haji, hingga strategi perencanaan keuangan melalui instrumen syariah.
- Ferdinand Sinaga Perkuat Dokter Koboi FC, Siap Jadi Kuda Hitam di Wali Kota Makassar Cup 2026
- Harga Pupuk Subsidi di Bone Tembus Rp110 Ribu, DPRD Sulsel Soroti Dugaan Permainan Distribusi
- Stadion Ganggawa Kembali Bergairah, Bupati Syaharuddin Alrif Resmi Buka Sidrap Cup 2026
- Pupuk Indonesia, Penyuluh dan Petani Klarifikasi Pemberitaan Soal HET dan Penjualan Paket di Bone
- Makassar Virtual Run Dorong Gaya Hidup Sehat dan Partisipasi Warga Mengawasi Kota
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Sekretaris Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama setempat, jajaran pemerintah daerah, pimpinan Bank Sulselbar, tokoh agama, serta masyarakat umum.
Direktur Pemasaran & Syariah Bank Sulselbar, Dirhamsyah Kadir, menegaskan bahwa ibadah haji memerlukan kesiapan yang menyeluruh.
“Ibadah haji tidak hanya menuntut kesiapan spiritual dan fisik, tetapi juga kesiapan finansial yang memadai, atau yang dalam syariat dikenal sebagai istitha’ah maliyah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tingginya minat masyarakat Indonesia untuk berhaji yang berdampak pada panjangnya masa tunggu keberangkatan.
“Indonesia merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Tingginya animo masyarakat berdampak pada panjangnya daftar tunggu keberangkatan,” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
