Terkini.id, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengkritik kelakuan Ketua DPR RI Puan Maharani terkait pengabaian interupsi anggota dewan dalam sidang paripurna pengesahan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI.
Fadli Zon mengkritik Puan dengan mengatakan bahwa interupsi itu merupakan hak dari setiap anggota dan tidak boleh diabaikan begitu saja.
Pernyataan itu disampaikan oleh Fadli melalui cuitannya di media sosial Twitter pada Selasa, 9 November 2021.
“Interupsi itu hak anggota, tak boleh diabaikan,” cuit Fadli Zon dikutip terkini.id.
Seperti yang terlihat, Fadli Zon menuliskan cuitannya dengan menanggapi pemberitaan Puan Maharani yang dinilai tak mau mendengar interupsi anggota dewan.
Melansir Kompas, sebelum sidang paripurna itu ditutup oleh Puan Maharani, terdengar sosok anggota DPR yang mengajukan sebuah interupsi.
“Interupsi ketua,” ucap anggota DPR itu tanpa menyebutkan namanya.
Meskipun terdengar kata interupsi, Puan Maharani terlihat seolah tak mendengar suara interupsi yang menjadi hak anggota itu.
Lebi jauh lagi, suara interupsi ternyata tak terdengar sekali saja, melainkan berkali-kali.
Akan tetapi, suara Puan makin kencang dan makin cepat untuk segera mengakhiri sidang hingga palu yang ada ditangannya diketukkan tiga kali tanda sidang berakhir.
Seperti diketahui, pengambilan keputusan itu dihadiri oleh 360 anggota dari 575 anggota DPR secara keseluruhan.
Beberapa netizen juga turut memberikan pandangan soal cuitan Fadli Zon.
“Saya heran kok seorang puan bisa jadi ketua DPR gitu lo, kepintarannya apa ya?” komentar Inkai***.
“Kebayang kalo dia jadi Presiden kayak gimana wkwk,” komentar Rizka***.
“Mungkin Puan sudah paham kalau interupsinya gak serius,” komentar Yus3***.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
