Kronologi Unjuk Rasa Berujung Anarkis di Unhas Versi Rektorat

Kronologi Unjuk Rasa Berujung Anarkis di Unhas Versi Rektorat

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Makassar – Aksi unjuk rasa terkait Hardiknas berujung ricuh di Universitas Hasanuddin, pada 2 Mei 2019 kemarin.

Berikut kronologis kejadian menurut versi rektorat Universitas Hasanuddin:

1. Demo dimulai sekitar jam 14.00 oleh Serikat Mahasiswa Unhas dengan 6 tuntutan utama (dari hasil analisis mereka) yaitu:

a. Birokrasi Unhas yang berjalan tak professional,
b. PTN-BH Unhas serta Hyper-Eksploitasi Pekerja Kebersihan dalam jerat sistem kontrak dan outsourcing,
c. Jam malam, mengebiri hak atas kampus,
d. Pungli pada ujian mahasiswa,
e. Kekerasan akademik: studi kasus pada skorsing 4 mahasiswa kelautan,
f. Intervensi lembaga mahasiswa.

2. Setelah menyampaikan tuntutan, mahasiswa peserta aksi meminta ditemui oleh Rektor. Selaku Direktur Komunikasi/Sekretaris Rektor, kami menawarkan untuk menyampaikan surat tuntutan mereka, namun mereka meminta untuk dialog.

3. Kami kembali menawarkan untuk perwakilan mereka bertemu Rektor, namun pada akhirnya mereka tidak bersedia.

4. Selanjutnya kami menemui Ibu Rektor untuk mengajak menemui mahasiswa peserta aksi dan disetujui oleh Ibu Rektor untuk berdialog di lantai dasar Rektorat.

6. Sesampai ibu Rektor di lantai dasar Rektorat, pimpinan aksi kembali membacakan tuntutan sebagaimana 6 poin di atas dan menyerahkan dokumen tuntutan mereka.

7. Keenam poin tersebut kemudian ditanggapi satu-persatu oleh Rektor, dan selanjutnya ada proses dialog (walaupun hanya didominasi oleh 2-3 mahasiswa saja/pimpinan aksi).

8. Ibu Rektor mengatakan untuk mempelajari tuntutan mahasiswa dan meminta untuk didukung dengan data yang valid yang dapat dibuktikan kebenarannya.

9. Mahasiswa kemudian meminta tenggat waktu jawaban atas apa yang mereka tuntut.

10. Selanjutnya Mahasiswa meminta Ibu Rektor untuk menandatangani pakta integritas dengan menyodorkan kertas yang sudah tertulis isi nya disertai materai.

11. Ibu Rektor pada awalnya berkeinginan untuk mempelajari apa isi dari pakta integritas dan akan memberitahukan hasilnya setelah dipelajari. Namun mahasiswa bersikeras untuk ditandatangani saat itu juga.

12. Ibu Rektor kembali memperjelas bahwa pakta integritas telah ditandatangani antara Rektor dan MWA serta antara Rektor dan Menristekdikti.

13. Selanjutnya mahasiswa kembali berorasi dan sambil membentangkan spanduk dengan bunyi “Turunkan Rektor”.

14. Adzan pertanda waktu Sholat Ashar berkumandang, Ibu Rektor pamit meninggalkan lantai dasar rektorat.

15. Mahasiswa peserta aksi tetap melanjutkan orasi nya dan beberapa saat kemudian meminta untuk bertemu Ketua MWA.

16. Pimpinan aksi selanjutnya meminta waktu 5 menit untuk Ketua MWA turun ke lantai dasar dan akan mendobrak pintu masuk jika tidak turun ke lantai dasar rektorat.

17. Telah disampaikan kepada mereka bahwa Ketua MWA tidak ada di Kantor MWA.

18. Selanjutnya terjadilah aksi dorong antara mahasiswa peserta aksi dengan Satuan Pengamanan (Satpam) dan Pegawai hingga berkembang menjadi aksi pelemparan.

“Fasilitas yang rusak: Kaca pada lantai dasar rektorat, kaca pintu Bank Mandiri, kaca Bank BRI, Kaca KPN Mart Unhas, Kaca Kantor Pos, ATM di Kudapan, tulis Suharman Hamzah PhD HSE, selaku Direktorat Komunikasi/Sekretariat Rektor yang menyampaikan kronologis kejadian.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.