Terkini.id, Makassar – Muh Syahril (22) warga Jalan Tidung Mariolo V, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, diduga meninggal akibat mengkonsumsi miras oplosan bersama 3 rekannya pada Jumat 22 Mei 2020 malam lalu.
Sementara 3 rekannya, 1 di antaranya mengalami buta, dan 2 lainnya hingga saat ini kondisinya masih belum stabil.
Korban Syahril menghembuskan nafas terakhirnya di kediaman orang tuanya pada Sabtu 30 Mei 2020 subuh. Almarhum dikebumikan di Kabupaten Takalar, Sabtu 30 Mei 2020 siang.
Keluarga korban, Sri Wulan mengatakan almarhum meninggal setelah minum alkohol yang didapat dari teman Almarhum.
“Kejadian itu berawal (saat) Ical diberikan alkohol oleh Dg.Naba selaku pemilik minuman oplosan. (Ia) bilang ini minuman cap tikus, lalu si Ical membawa minuman tersebut ke rumah Syahril,” ucap Sri Wulansari di kediaman rumah duka, Sabtu, 30 Mei 2020.
- Tiga Remaja di Makassar Tewas Akibat Miras Oplosan, Polisi: Tidak Ada Unsur Pemaksaan Atau Dicekoki
- Tiga Remaja di Makassar Tewas Akibat Miras Oplosan, Polisi Amankan 1 Orang
- Tiga Remaja Tewas Akibat Miras Oplosan, Ternyata Sebelumnya Diduga Dianiaya dan Dipaksa Minum
- Update Pesta Miras Oplosan di Makassar, Kini Bertambah Satu Orang Tewas
- 2 Tewas dan 3 Kritis Usai Pesta Miras Oplosan di Makassar
Ia mengatakan setelah minum miras oplosan, Sri mendapati almarhum dengan kondisi kurang enak badan.
“Terus besoknya muntah-muntah,” kata dia.
Sebelum mengalami gejala muntah, Ia menegaskan pihak keluarga mendapat informasi kalau almarhum minum alkohol yang sudah dicampur dengan bahan cairan lain.
“Kejadian itu berawal saat Ical (teman almarhum) diberikan alkohol oleh Dg.Naba selaku pemilik miras. (Ia) bilang ini minuman cap tikus, lalu si Ical membawa minuman tersebut ke rumah Syahril,” ucap Sri Wulansari.
Setelah kondisi Syahril tak terkendali, pihak keluarga memutuskan membawa ke rumah sakit.
“Suamiku langsung minta antar ke RS Faizal, namun setiba di RS kami diminta bertandatangan untuk pasien Covid-19, tapi kami tidak mau tandatangan jadi Almarhum masuk pasien umum,” pungkasnya.

Sementara itu, keluarga korban lain yakni Uni mengatakan adiknya sedang mengalami gangguan pada matanya. Bahkan terkadang diam, kemungkinan trauma.
“Adik saya mengalami buta. Sejak kejadian kondisi adikku lemah bahkan kadang terganggu psikisnya. Mungkin trauma,” bebernya.
Uni berharap agar Daeng Naba si pemilik minuman oplosan itu diberikan hubungan. Apalagi ada bukti botol cairan ditemukan di rumahnya.
“Besar harapan kami agar pelaku ditangani pihak berwajib dan diberikan hukuman setimpal,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
