Kukar dan Penajam Paser Ibu Kota Baru RI, Ini 5 Negara yang Memindahkan Ibu Kota

Terkini.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo resmi memutuskan ibu kota baru Indonesia bakal pindah ke Provinsi Kalimantan Timur.

Ibu Kota tepatnya bakal pindah ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Jokowi mengungkapkan, meskipun ibu kota Indonesia dipindahkan, namun Jakarta akan tetap menjadi pusat bisnis dan perdagangan.

“Jakarta akan tetap menjadi prioritas pembangunan dan jadi pusat bisnis, perdagangan, jasa berskala regional dan global,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin 26 Agustus 2019.

Jokowi menambahkan, usulan dari Pemprov DKI tentang rancangan anggaran untuk pembangunan infrastruktur hingga 2030 sebesar Rp 571 triliun juga tetap dilakukan.

“Rencana DKI Jakarta lakukan urban yang dianggarkan Rp 570 triliun tetap dijalankan,” katanya.

Nah, terkait rencana pindah ibu kota, tahun 2020 merupakan masa persiapan dengan melakukan proses konstruksi pada akhir tahun. Pemindahan Ibu kota pun akan dilakukan paling lambat 2024.

Bisakah Indonesia sukses memindahkan Ibu kota ke Kalimantan? Berikut 4 negara di dunia yang sukses memindahkan Ibu kotanya seperti dilansir dari kompascom:

1. India

Main Bazar late afternoon, Paharganj known for its concentration of hotels, lodges, restaurants, dhabas and a wide variety of shops catering to both domestic travellers and foreign tourists, especially backpackers and low-budget travellers.

Di negeri Bollywood ini, New Delhi pertama kali ditetapkan sebagai ibu kota negara India tahun 1931. Sebelumnya, ibu kota negara itu berada di Kolkata.

Pemindahan ibu kota dari Kolkata ke New Delhi dilatarbelakangi faktor politik dan ekonomi. Indiatoday.in melaporkan, pemerintah Inggris di India menganggap bahwa mengendalikan negara dari Delhi lebih mudah karena lokasinya yang berada di wilayah utara.

Pembangunan Delhi sebagai ibu kota dirancang oleh arsitek asal Inggris dan memakan waktu 20 tahun.

Sebelum kota tersebut dibangun sepenuhnya, kantor pemerintahan dan administrasi telah dipindahkan satu persatu dari Kolkata ke Delhi. Seluruh pemindahan tersebut memakan biaya kurang lebih empat sampai lima juta dolar AS.

Kini, setelah menjadi ibu kota selama 88 tahun, New Delhi tidak terhindar dari berbagai masalah perkotaan. Salah satunya adalah masalah indeks kualitas udara yang masuk dalam kategori berbahaya.

2. Australia

Pada abad ke-19, Melbourne dan Sydney menjadi dua kota terbesar di Australia.

Kekuatan di masing-masing kota menimbulkan kesulitan untuk menetapkan ibu kota. Pada tahun 1913, terbentuklah Canberra sebagai ibu kota Australia.

Menurut laporan BBC.com, sebelum resmi menjadi ibu kota, pemerintah setempat menyelenggarakan kontes internasional untuk menentukan desain dan konsep Canberra.

Desain kota Canberra yang terpilih hingga saat ini membuat kota tersebut tidak hanya diisi oleh bangunan modern, tetapi juga pemisahan antar-distrik oleh tumbuhan dan semak-semak.

Pemisahan tersebut membuat penduduk merasakan tidak adanya kesatuan dalam kota dan membuat kota tersebut menjadi kurang menarik.

Sebagai kota yang sengaja dibangun sebagai ibu kota, popularitas Canberra tidak sebanding dengan kota lainnya seperti Melbourne dan Sydney.

Tingkat pertumbuhan ekonominya pun masih berada di bawah kedua kota tersebut.

3. Myanmar

Aerial view of housing areas on May 23, 2008 in the purposefully-built capital city of Naypyidaw, Myanmar. AFP PHOTO/Stan HONDA (Photo credit should read STAN HONDA/AFP/Getty Images)

Myanmar memindahkan ibu kotanya dari Yangon ke Naypyidaw tahun 2005. Menurut Independent.co.uk, Kota Naypyidaw memiliki luas yang empat setengah kali lebih besar dari London, yaitu sebesar 7.054 kilometer persegi.

Latar belakang pemindahan ibu kota Myanmar tidak pernah benar-benar diketahui secara umum.
Tidak ada pengumuman resmi mengenai alasan pemindahan itu dari pemerintah setempat. Biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan ibu kota baru ini diperkirakan mencapai empat miliar dolar AS.

Kini, banyak media yang menyebut Naypyidaw sebagai ghost city atau kota hantu karena jumlah penduduknya yang sangat sedikit, tidak sebanding dengan luas yang dimiliki. Jalan raya, pusat perbelanjaan, dan destinasi wisata semuanya tampak kosong seperti tidak berpenghuni.

4. Brasil

Tahun 1960, Brasil memindahkan ibu kotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia. Sama seperti Canberra yang sengaja dibangun untuk menjadi ibu kota Australia, Brasilia juga dirancang sejak awal khusus untuk menjadi ibu kota.

Alasan pemindahan tersebut disebabkan oleh kepadatan penduduk di Rio de Janeiro dan tingkat kemacetan lalu lintas yang cukup tinggi.

Ultimosegundo.ig.com.br mencatat, pembangunan Brasilia sebagai ibu kota menghabiskan biaya 1,5 miliar dolar AS.

Kota Brasilia dibangun dengan konsep arsitektur yang modern. Kota ini masuk sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO karena modernitas dan perkembangannya. Pada awal peresmiannya, Brasilia hanya dihuni oleh kurang lebih 140.000 penduduk. Kini, angka tersebut sudah meningkat jauh menjadi 2,6 juta penduduk.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Himabim Gelar Festival Bidik Misi 2019

Terkini.id, Makassar– Himpunan Mahasiswa Bidik Misi (Himabim) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (Uinam) kembali menggelar Festival Bidik Misi Nasional 2019 bertajuk “Inovasi Awarde Bidikmisi
News

Bupati Gowa Jadi Irup Peringatan HUT PMI ke-74

Terkini.id,Gowa - Bupati Gowa yanh sekaligus sebagai Ketua terpilih PMI Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Apel Bersama Jajaran Polres
News

Gubernur Sulsel Masuk Jadi Calon Menteri Pertanian

Terkini.id -- Dalam situs detik.com/jokowi-cari-menteri, nama Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah masuk dalam daftar calon Menteri Pertanian, jelang pelantikan dan pembentukan kabinet presiden dan