Kunjungan ke Parepare, Berikut Permintaan Kajati Sulsel

Walikota Parepare menerima kunjungan kerja Kajati Sulsel

Terkini.id, Parepare – Kunjungan Kerja Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Sulawesi Selatan, Firdaus Dewilmar, menggelar kunjungan kerja di Kota Parepare, dengan melakukan beberapa anggeda kegiatan, Selasa 28 Januari 2020.

Kunjungan diawali dengan memantau kantor Kejaksaan Negeri Kota Parepare, kemudian peresmian PAUD Adhiyaksa Dharmakarini, serta memberikan pengarahan di depan pejabat Pemerintah Kota Parepare, Kepala OPD, Kabag, Kabid dan juga PPK lingkup Pemerintah Kota Parepare yang dipusatkan di Auditorium BJ Habibie, Rumah Jabatan Walikota Parepare.

Pengarahan itu juga dihadiri Forum Pimpinan Kepala Daerah Kota Parepare, Pimpinan BUMN, BUMD dan juga bank swasta serta beberapa instansi vertikal lainnya di Kota Parepare.

Dalam poin arahannya, Kajati Sulsel, Firdaus Dewilmar, meminta, kepada Aparat Penegak Hukum untuk tidak salah gigit atau pura-pura salah gigit, bahkan dirinya meminta agar APH mampu bersinergi yang baik dengan pemerintah sehingga terciptanya kebijakan yang menguntungkan bagi masyarakat Kota Parepare.

“Meskipun tidak ada lagi TP4D namun kita masih memiliki fungsi kontrol dan sebenarnya tugas APH bukan semena-mena untuk penegakan hukum saja, namun tugas sebenarnya bagaimana melakukan pencegahan, karena penyelamatan uang negara lebih baik mencegah dari pada menegakkan,”ungkap dia.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga meminta kepada Kejari Kota Parepare, agar memilah kasus yang telah mandek selama beberapa tahun ini, dari pada membuat beberapa pihak terkatung-katung dan tidak memiliki kepastian Hukum, maka sebaiknya diberhentikan saja sehingga sekelompok pihak itu bisa jelas kepastian hukumnya.

“Kalau ada kasus yang mandek bertahun-tahun dan tidak memiliki kepastian hukum, sebaiknya di berhentikan saja, kasihan sekelompok orang yang korban karena pesanan atau peran orang tertentu, dan dia tidak memiliki kepastian hukum, kalaupun nantinya kita temukan ada indikasi baru maka kemudian baru kita buka kembali kasus tersebut,”tegas Firdaus sapaannya.

Firdaus, nenjelaskan, jika Kejaksaan hari ini bukan lagi mencari kasus karena kepentingan atau karena kuantitas saja, tapi kita lebih kepada kualitas dari kasus tersebut, terkecuali kalau lebih bagus itu adanya transaksi dan terjadinya operasi tangkap tangan.

“Untuk melakukan penyidikan setiap kasus yang ada sebaiknya kita berkoordinasi dengan inspektorat dan juga BPK serta BPKP, karena kan mereka bisa memastikan terlebih dahulu dan itu dilakukan dalam internal dulu,”pungkas dia.

Komentar

Rekomendasi

Alhamdulillah, 2 Pasien PDP di RSUD AM Parepare Sembuh dan Dipulangkan

Relawan Parepare Peduli Bantu APD ke RSUD Andi Makkasau

Update Covid-19 di Kota Parepare: 128 ODP, Berikut Rinciannya

Buka 11 Poli, RS Regional HAH Parepare Terima Pasien dari Luar Kota

Tim Gugus Tugas dan Karang Taruna Terjun Semprot Disinfektan

Tangani Corona, RSUD AM Parepare Tambah 7 Kamar Isolasi

Bappeda Parepare Gelar Rapat Soal Hasil Pemetaan Renstra Perangkat Daerah

Pemkot Parepare Perpanjang Libur Siswa Hingga 14 April 2020

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar