La Ode: WNI Etnis China Ancaman Kedaulatan, Mereka Semua Perampok

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video lawas yang memperlihatkan penulis buku MD La Ode menyebut Warga Negara Indonesia atau WNI etnis China sebagai ancaman kedaulatan NKRI, viral di media sosial.

Video La Ode sebut WNI etnis China sebagai ancaman kedaulatan negara Indonesia itu viral usai diunggah pengguna Twitter Boyzneboyzone, seperti dilihat pada Senin 27 Juni 2022.

Dalam narasi unggahannya, netizen itu menilai pernyataan La Ode soal WNI China tersebut merupakan bentuk provokasi.

Baca Juga: Sebut Dudung Etnis China, Netizen: Dia Jenderal Dungu Berwajah Pesek

Maka dari itu, sang netizen meminta aparat Kepolisian untuk segera mengamankan La Ode lantaran menyebarkan hoax dan provokasi.

“Pak polisi amankan video Hoax provokator Cc CCICPolri DivHumas_Polri,” cuit netizen Boyzneboyzone.

Dilihat dari video itu, tampa MD La Ode tengah menjadi narasumber di sebuah acara dialog. Dalam paparan materinya, ia menyebut WNI etnis China merupakan ancaman kedaulatan NKRI.

“Ancaman kedaulatan NKRI dari China Komunis dan Etnis China Indonesia atau ECI yang ada di Indonesia yang mengatakan bahwa dirinya adalah warga negara Indonesia yang baik, dia juga mengaku pribumi,” ujar La Ode.

Menurutnya, mereka etnis China yang mengaku sebagai warga negara Indonesia yang baik hanyalah alasan semata. Nyatanya, kata La Ode, mereka semua adalah perampok dan penjahat.

“Begitu alasan mereka, tapi sesungguhnya tidak. Mereka itu pengkhianat semua, mereka itu semuanya perampok, semuanya pencuri di Republik ini, mereka semua penjahat,” ucapnya.

Selain itu, La Ode juga menyebut WNI etnis China itu kerap memakai topeng ‘Pancasilaisme’. Hal itu pun, telah ia sebutkan di dalam buku karyanya berjudul ‘Politik 3 Wajah’.

“Tetapi mereka bertopeng Pancasilaisme. Itu ada buku saya yang berjudul ‘Politik 3 Wajah’. Wajah pertama Pancasilaisme, jadi ketika dia bertemu bapak ibu dia berwajah Pancasila, tapi ketika dia sudah dapat hasil dari pertemuan dengan bapak ibu dia kembali komunisme,” ungkapnya.

Menurut La Ode, ketika WNI etnis China telah mendapatkan hasil dari gerakan komunisnya terhadap kaum pribumi mereka kemudian menghidupkan tradisi China mereka di Indonesia.

“Lalu hasil komunismenya itu dia menghidupkan tradisionalisme China-nya seperti yang bapak ibu lihat sekarang ini bangunan-bangunan menjulang tinggi,” tuturnya.

Oleh karena itu, menurut La Ode, bangunan-bangunan tinggi di Indonesia saat ini merupakan hasil dari rampokan WNI etnis China terhadap sumber daya nasional dan sumber daya alam NKRI.

“Itu hasil dari rampokan mereka terhadap sumber daya nasional kita dan sumber daya alam kita,” ujarnya.

Bagikan