Lagi, Forum Daerah BKM Bulukumba Curhat ke Anggota DPRD Provinsi

Lagi, Forum Daerah BKM Bulukumba Curhat ke Anggota DPRD Provinsi

R
Bunk Aha
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Bulukumba — Anggota DPRD Prov. Sulsel, Arum Spink menggelar temu konstituen/reses masa sidang 2 tahun 2019/2020 di cafe miliknya Mr. Radmont jalan Jendral Sudirman. Kamis, 06 Februari 2020 sore.

Dihadiri berbagai kalangan, mulai majelis dai muda (MDM) hingga Forum Daerah BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Bulukumba.

Dalam sambutannya, Pipink sapaan Arum Spink mengajak kepada seluruh yang hadir untuk bersama-sama saling berbagi informasi mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah daerah baik pada tingkat kabupaten dan provinsi sampai pada tingkat pusat.

“Banyak persoalan-persoalan yang timbul di daerah kita yang berat untuk dilakukan komunikasi maka hadirnya kegiatan reses seperti ini memudahkan kita bertemu tanpa memikirkan status dan masa-masa tim pada pemilu legislatif yg lalu,” terangnya.

Menurut Legislator NasDem ini, kita buang jauh-jauh masalah itu, pada hari ini kita pemuda bergerak membantu saya untuk menyampaikan aspirasi teman-teman.

Baca Juga

Dalam reses ini Forum BKM Bulukumba melalui wakil ketuanya, AM. Iqbal, SAP menyampaikan aspirasinya terkait beberapa usulan dan persoalan-persoalan dimasyarakat di Bulukumba seperti halnya usulan penuntasan skala kawasan kumuh di perkotaan yang banyak kita lihat pada bagian pesisir pantai perkotaan yang sedianya bisa kita tata dengan baik untuk kawasan kuliner.

Ia berharap kepada Arum Spink bersama 4 anggota DPRD lainnya untuk bersama-sama membangun komunikasi pada tingkat pusat di Kementerian PUPR agar anggaran-anggaran program Kotaku di Bulukumba masih dapat dikucurkan dengan nilai yg besar.

Aspirasi lainnya yang juga muncul dari Karang Taruna Ambo mengungkapkan terkait persoalan-persoalan pelayanan kesehatan seperti pada BPJS yang menjadi beban masyarakat.

“Belum sakit harus bayar dulu BPJS-nya apakah ini tidak merugikan masyarakat,” tegasnya.

“Kenapa tidak berkaca ke Kabupaten Gowa, yang berani lepas dari MoU BPJS, sementara Bulukumba tidak bisa,” tanya Ambo.

Berikutnya juga dari BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) Ujung Bulu mengenai kegiatan keagamaan.

Wahyuni Wahab selaku penanggung jawab TKA/TPA di kecamatan menyampaikan insentif guru-guru mengaji yang dulunya mereka mendapatkan insentif dari provinsi sampai pada waktu itu dihapuskan dengan jumlah 3 ribu guru mengaji se-Sulsel.

“Olehnya itu kami dorong untuk bisa kembali diperjuangkan di provinsi serta membentuk rumah cerdas,” desak Wahyuni.

Sisi pada agenda reses itu, Karang Taruna menawarkan beberapa produk hasil karya mereka keripik singkong gurih dan manis dan beberapa undangan menikmati produk tersebut.

Ditambahkan oleh Abu, Karang Taruna mendorong produk ini bisa dikenal didaerah-daerah lain agar bisa menciptakan kemandirian lokal.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.