Legenda Mie Jawa Sungai Saddang Makassar, Penetrasi Pasar Kuliner di Mall Panakkukang

Legenda Mie Jawa Sungai Saddang Makassar, Penetrasi Pasar Kuliner di Mall Panakkukang

R
Ismi Hehamahua
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar– Keramaian Mall Panakkukang yang terkenal berada di jalan Boulevard nampak riuh oleh kerumunan pengunjung.

Silih berganti kendaraan keluar masuk mulai roda dua hingga roda empat. penulis bergegas mencari parkiran di area gedung baru khusus parkiran mobil, beruntungnya mendapatkan akses parkir di P2 yang tak jauh dari loby masuk.

Area P2 merupakan akses lantai 2 yang menghubungkan area Lotte mart hingga studio XXI serta toko perkakas dan kebutuhan rumah tangga MR.DIY hingga butik pakaian dan aneka fashion.

Penulis memutuskan singgah mencoba mencicipi sebuah warung Mie Jawa Solo. Menurut penuturan emy susanti, pemilik sekaligus generasi ke III legenda warung mie jawa.

“Kami membuka di MP ini sekaligus menjawab tantangan pasar yang semakin berkembang di era milenial,” tutur Emy Susanti

Baca Juga

Nama ini begitu melegenda sejak tahun 1975-1976 di Makassar. sebelumnya salah satu cabangnya berada di jalan sungai saddang lama , searah RS.Elim depan gerbang antara Sungai saddang IV dan Sungai Saddang III.

Dahulu, di tahun 1970an era generasi pertama pakde Marmo berada di jalan sungai saddang IV dengan warung tenda menempati sudut jalan, sekarang telah berubah menjadi sebuah bangunan ruko.

Tanpa menunggu lama sajian pesanan semangkuk mie jawa juga mie bakso, juga seporsi ayam lalapan khas warung ini, maklumlah penulis bersama rekan mencoba mengulang rindu lagi akan kenikmatan kuliner ini.

Semangkuk mie goreng jawa ditemani krupuk dan kacang tanah goreng serta telur dinikmati oleh rekan penulis, tak lupa juga ayam lalapan dengan potongan paha ayam yang cukup besar dan seporsi nasi yang mengenyangkan tentunya.

Untuk kuliner bakso nya, potongan bakso beserta lontong dan tahu , begitu menggoda hingga rekan penulis nampak bercucuran keringatnya dikala menikmatinya. sangat lahap sekaligus juga mencintai produk Indonesia tentunya.

Setelah menu dihabiskan penulis bergegas membayar , selembar uang merah 100.000 untuk menangkis harga ketiga menu makanan yang maknyus.

Namun, tanpa diduga ternyata masih ada kembalian sekitar 55.000, cukup murah namun tidak murahan dari segi rasa, kualitas dan kenyamanan apalagi berada di kawasan mall.

Senyum, puas, plong sekaligus perut telah kenyang , penulis bergegas masuk kedalam Mall Panakkukang melalui sebuah akses pintu samping yang menuju tangga akses studio XXI.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.