Lempar Asbak ke Dipo Latief, Nikita Mirzani Dijemput Paksa Polisi

Nikita Mirzani
Nikita Mirzani dijemput paksa polisi atas dugaan penganiayaan terhadap Dipo Latief. (Foto: Tribunnews)

Terkini.id, Jakarta – Artis Nikita Mirzani telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap mantan suaminya, Dipo Latief.

Ibu dari tiga anak ini akhirnya dijemput paksa oleh polisi setelah mangkir dari panggilan pihak penyidik sebanyak 3 kali karena alasan sakit. Ia pun akan diserahkan ke kejaksaan atas kasus tersebut.

Berdasarkan keterangan pers dari Humas Polres Jakarta Selatan yang diterima oleh awak media, Jumat, 31 Januari 2020, Kapolres Jaksel Kombes Bastoni Purnama mengatakan, Nikita Mirzani terancam dikenai pasal 351 KUHP jo pasal 335 KUHP tentang penganiayaan.

Diketahui, Nikita Mirzani diduga melakukan penganiayaan terhadap Dipo Latief pada 15 Juli 2018 lalu di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Saat peristiwa terjadi, Nikita Mirzani juga diduga melempar sebuah asbak ke Dipo Latief.

Menarik untuk Anda:

“Pada hari kamis tanggal 5 Juli 2018, di pelataran Parkiran Jalan Benda, Pasar Minggu, Jakarta Selatan telah terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh NM. Awalnya terlapor mengikuti mobil korban ketika korban menurunkan dua orang temannya lalu terlapor mendekati mobil korban dan marah-marah langsung melempar asbak,” demikian tertulis dalam keterangan pers polisi.

Akibat peristiwa itu, korban yang merupakan mantan suami Nikita Mirzani, Dipo Latief, mengalami luka memar dan lecet di dahi.

“Mengakibatkan luka memar dan lecet di dahi/kening korban,” lanjutnya.

Usai ditetapkan tersangka dan dijemput paksa pihak berwajib, berkas kasus yang menyeret Nikita Mirzani tersebut dilimpahkan ke Kejari Jakarta Selatan berikut dengan surat penyerahan tersangka dan sejumlah barang bukti.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kasusnya Sudah Tahap Penyidikan, Anji Kini Diperiksa Polisi

Aktor India Sameer Sharma Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Depresi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar